Kenali Lima Perbedaan Suara Sirine Ambulans
- 19 Jun 2024 15:10 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Ambulans merupakan salah satu kendaraan yang memiliki hak prioritas di jalan. Saat ambulans menyalakan sirine, kita sebagai pengendara wajib untuk memberikan jalan. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 134. Ambulans yang mengangkat orang sakit menduduki posisi kedua dari tujuh kendaraan prioritas setelah pemadam kebakaran untuk memperoleh hak utama didahulukan oleh pengguna jalan lainnya.
Mobil ambulans dilengkapi dengan sirine dan strobo/ lampu untuk memudahkan kelancaran perjalanan. Sayangnya, masih ada beberapa pengguna jalan yang belum memahami aturan ini atau mengabaikannya. Tidak jarang meskipun sirine ambulans sudah dinyalakan ada pengemudi yang tidak mau minggir dan menghalangi laju jalan ambulans. Sebagian pengemudi mengira ambulans dalam keadaan kosong atau tidak membawa pasien sehingga tidak perlu diberi jalan.
Meskipun tidak mengetahui isi ambulans, pengguna jalan wajib memberikan jalan sepanjang sirene dibunyikan. Walaupun ambulans terlihat kosong, bisa jadi sedang dalam kondisi darurat untuk segera menjemput pasien ke lokasi kejadian. Adapun terkadang karena adanya keterbatasan unit ambulans yang mengharuskan mobilitas yang tinggi untuk segera kembali sehingga sirene dinyalakan.
Setiap suara sirine ambulans berfungsi layaknya sebuah kode untuk memberitahukan urgensi yang sedang terjadi. Ada lima jenis suara sirine yang akan dinyalakan ambulans sesuai dengan kondisinya, yaitu:
1. Suara mirip palang pintu kereta api (Hi-Lo)
Suara yang dihasilkan terdengar mirip seperti suara pada palang perlintasan kereta api. Suara terdiri dari nada tinggi dan rendah dengan tempo dan irama yang teratur. Sirine ini terdengar tidak terlalu cepat maupun lambat. Suara sirine ambulans seperti ini menandakan mobil sedang atau akan menjemput orang sakit atau pasien. Sehingga, bukan berarti ambulans berbunyi supaya diberi jalan cepat, tetapi memang posisi ambulans sedang menjemput orang sakit atau pasien.
2. Suara Ratapan (Wailing Siren)
Sesuai namanya, suara yang dihasilkan terdengar seperti ratapan atau raungan. Suara terdengar lebih lambat dengan nada rendah, volume suaranya naik turun pada interval yang sudah ditentukan. Umumnya waktu interval bunyi dan mati adalah 4 detik. Dari nama sirenenya sudah terlihat bahwa ada sesuatu yang menyedihkan sedang terjadi, suaranya menandakan ambulans sedang membawa jenazah ke rumah duka. Jika mendengar suara ini, hendaklah bersimpati dan memberikan jalan agar perjalanan jenazah bisa lancar sampai tujuan
3. Suara Menyalak (Yelp Siren)
Suara sirine ambulans Yelp memiliki bunyi yang mirip dengan bunyi ratapan dengan frekuensi yang berbeda, interval hidup dan matinya lebih cepat. Lampu dari suara ambulans ini berwarna kuning. Makna dari suara menyalak ini adalah ambulans sedang membawa pasien yang kondisinya tidak darurat.
4. Sirine Cepat (Phaser Siren)
Sirine cepat hampir mirip seperti yelp, akan tapi memiliki nada sedikit lebih tinggi sehingga terkesan lebih nyaring dan frekuensinya sangat cepat. Lampu dari ambulans ini berwarna merah. Ambulans dengan suara sirene ini menandakan pasien yang dibawa sedang dalam kondisi darurat. Oleh karena itu pengguna jalan harus memberikan prioritas kepada ambulans karena keselamatan pasien sedang dipertaruhkan.
5. Suara Sirene
Suara ambulance tipe terakhir adalah suara sirene, yang mana bunyinya tidak jauh berbeda dengan bunyi klakson. Suaranya nyaring tanpa ada pengulangan seperti klakson bus, truk, mobil pemadam, dan mobil besar lainnya. Jenis sirine ini bisa sesekali dinyalakan ketika kondisi jalan benar-benar macet. Tujuannya agar para pengguna jalan memberi perhatian lebih pada ambulans yang melintas sehingga segera menepi dan memprioritaskan ambulans.
Demikian perbedaan lima suara sirene ambulans yang harus dipahami oleh pengguna jalan. Oleh karena itu, sebagai pengendara yang bijak waspadalah untuk segeralah menepi dan memberikan jalan ketika melihat dan mendengar suara sirine dari ambulans.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....