Cara dan Waktu Yang Tepat Melakukan Puasa Tarwiyah dan Arafah
- 14 Jun 2024 11:59 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Bulan Dzulhijjah termasuk bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Bulan ini menjadi bulan berkumpulnya ibadah-ibadah utama seperti shalat, puasa, haji dan qurban. Pemerintah Indonesia telah menentukan hari raya Idul Adha jatuh pada hari Senin 17 Juni 2024 berdasarkan sidang isbat yang digelar oleh Kementrian Agama. Puasa menjadi amalan sunnah yang sering dikerjakan oleh umat muslim ketika memasuki tanggal 1-9 Dzulhijjah. Dari sembilan hari tersebut terdapat dua jenis puasa yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan, yaitu puasa Tarwiyah dan Arafah.
Berikut jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah berdasarkan konversi kalender masehi:
- Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah 1445H: Sabtu, 15 Juni 2024
- Puasa Arafah 9 Dzulhijjah 1445H: Minggu, 16 Juni 2024
Puasa Tarwiyah diambil dari kata Tarowwa yang artinya mempertimbangkan. Dinamakan demikian karena bertepatan dengan waktu Nabi Ibrahim diberi mimpi dan mempertimbangkan perintah Allah untuk menyembelih Ismail anaknya. Sedangkan puasa Arafah dinamakan karena bertepatan dengan waktu jamaah haji membekali diri dengan air menjelang pergi ke Arafah. Arafah merupakan nama sebuah gunung tempat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam menyeru di depan kaumnya untuk yang terakhir kali. Hari Arafah adalah waktu bagi jemaah haji melaksanakan wukuf di Arafah, mulai dari terbenamnya matahari (waktu zhuhur) pada tanggal 9 Zulhijah sampai fajar terbit pada tanggal 10 Zulhijah.
Hukum puasa Tarwiyah dan Arafah adalah sunnah bagi umat yang tidak sedang berhaji. Sedangkan bagi jamaah haji tidak disunahkan untuk melaksanakannya supaya memiliki energi yang lebih untuk beribadah haji.
Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah:
Waktu niat puasa Dzulhijjah adalah pada malam hari, sejak terbenamnya matahari hingga terbit fajar. Berikut adalah lafal niatnya:
1. Niat puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala”
2. Niat puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’ala
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’ala”
Karena puasa Tarwiyah dan Arafah adalah puasa sunnah, maka bagi orang yang lupa tidak niat pada malam hari, diperbolehkan membaca niat pada siang harinya sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktu zuhur), selagi ia belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Berikut adalah lafal niat ketika siang hari:
1. Niat puasa Tarwiyah
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i tarwiyata sunnatan lillâhi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah hari ini karena Allah ta’ala.”
2. Niat puasa Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِعَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i arafata sunnatan lillâhi ta’ala
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah ta’ala.”
Berdasarkan hadis riwayat At-Tirmidzi, satu hari berpuasa di dalam bulan dzulhijjah setara dengan satu tahun berpuasa dan satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar. Berdasarkan hadis riwayat Muslim, Berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) dapat menghapus dosa selama dua tahun. Menurut mayoritas ulama, dosa-dosa yang dihapus sebab puasa Arafah adalah dosa kecil. Berdasarkan hadis riwayat Muslim, Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba-Nya dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....