Suka Duka Penjual Bunga Tabur di Malang

  • 13 Mei 2024 18:12 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Bunga menjadi salah satu sumber mata pencaharian untuk sebagian warga Kota Malang, seperti yang nampak di pasar Kebalen, daerah Kotalama. Bunga yang dijual pun kebanyakan untuk keperluan ziarah makam, dan permintaan dari pembeli juga bisa dikatakan musiman atau tergantung momen. Namun sebagian dari mereka masih tetap bertahan hingga sekarang.

"Pas jelang Ramadhan kemarin ramai, kan banyak yang nyekar. Kalo pas hari biasa ya ada saja, entah untuk ziarah, selamatan atau pesan melati untuk acara nikahan," demikian dikatakan Praptiwi, salah satu pedagang bunga tabur pada RRI, Senin (13/5/2024).

Praptiwi melanjutkan, ada momen tertentu di luar jelang bulan Ramadhan, yang kadang membuat dagangannya laris, yaitu saat Ibu melahirkan.

"Hari ini tadi sudah 5 orang yang beli buat bunga ari-ari (plasenta bayi), harganya sekitar 35-40 ribu rupiah, itu sudah termasuk gendok (semacam periuk kecil terbuat dari tanah liat), bunga lengkap dan kain putihnya," terang wanita yang sudah berjualan bunga tabur sekitar 20 tahun ini.

Ditanya soal suplier, dia menjelaskan selama ini mendapat kiriman setiap harinya dari langganan asal Kota Batu, yang tampaknya juga sekaligus mengirim ke beberapa pedagang bunga tabur di Malang.

Tradisi masyarakat di Malang memang masih cukup kuat, untuk berbagai acara selamatan apapun membutuhkan bunga, seperti halnya saat selamatan bayi melahirkan dan menguburkan ari-ari atau plasenta bayi.

"Kalau pas sepi ya sepi, tapi masih ada saja kok, dan semua temen pedagang lain juga pasti punya pelanggan masing-masing, jadi ya disyukuri saja, sudah ada yang ngatur mas," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....