Bapas Malang Optimalkan Reintegrasi Klien Pemasyarakatan lewat Sinergi Kelayan

  • 30 Sep 2026 09:16 WIB
  •  Malang

RRI.CO .ID MALANG — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Malang kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal proses reintegrasi sosial bagi klien pemasyarakatan. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pergelaran Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sosialisasi Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) yang berlangsung elegan di Ascent Premiere Malang, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang dihelat mulai pukul 09.00 WIB ini menjadi ruang pendorong kolaborasi lintas sektor. Bapas Malang merangkul jajaran Pemerintah Daerah, Aparat Penegak Hukum (APH), Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas), hingga berbagai pihak swasta. Turut hadir sebagai narasumber utama, Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Timur.

Dalam paparan forum, Kelayan Binter diperkenalkan sebagai program pendampingan komprehensif berkelompok yang berfokus pada edukasi dan pelatihan. Program ini bertumpu pada dua pilar utama:

  • Bimbingan Kepribadian: Berfokus pada penguatan spiritualitas, konseling, dan pembinaan kesadaran hukum.
  • Bimbingan Kemandirian: Menyediakan pelatihan vokasional, tata kelola keuangan, hingga pengembangan jiwa kewirausahaan.

Kepala Bapas Kelas I Malang, Fathorrosi, menyampaikan bahwa kesiapan mental, spiritual, serta kemandirian sosial-ekonomi merupakan fondasi utama agar para klien dapat kembali diterima di tengah masyarakat. Kendati demikian, ia menggarisbawahi pentingnya dukungan kolektif untuk meruntuhkan tembok hambatan yang ada.

"Tantangan terbesar klien kita saat kembali ke masyarakat adalah stigma negatif, minimnya lapangan pekerjaan, hingga terbatasnya akses permodalan. Bapas tidak bisa bekerja sendirian. Melalui Kelayan Binter ini, kami mengajak pemerintah daerah, Pokmas Lipas, hingga sektor swasta dan CSR untuk turun tangan. Bersama-sama kita berikan pendampingan psikososial dan ruang kemandirian agar mereka tidak kembali mengulangi tindak pidana," ujar Fathorrosi.

Melalui konsolidasi ini, Bapas Malang mematok tolok ukur keberhasilan program yang jelas: para klien terhindar dari pelanggaran syarat integrasi, mencapai stabilitas mental, meraih kemandirian ekonomi, serta membaur kembali secara utuh dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagai langkah nyata usai perhelatan ini, Bapas Malang bergerak cepat merumuskan langkah-langkah teknis guna merealisasikan komitmen kerja sama lintas instansi yang telah disepakati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....