The Alana Malang Perkuat Kesiapsiagaan, Karyawan Ikuti Simulasi Kebakaran

  • 20 Sep 2026 15:54 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - The Alana Hotel and Convention Center Malang kembali menggelar simulasi penanggulangan kebakaran (fire drill) sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.
Kegiatan yang dilaksanakan secara berkala tersebut melibatkan seluruh karyawan hotel dan menjadi agenda rutin yang digelar dua kali setiap tahun.
Pelatihan yang dikoordinasikan Divisi Human Resources itu bertujuan memastikan seluruh staf memahami prosedur keselamatan, jalur evakuasi, serta langkah penanganan awal ketika terjadi kebakaran.
Sebelum simulasi lapangan dimulai, para peserta mendapatkan pembekalan teori dari perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Malang, Muhammad Taqwin. Materi yang disampaikan meliputi potensi risiko kebakaran, penggunaan alat pemadam awal, prosedur evakuasi, hingga pentingnya koordinasi antardepartemen saat kondisi darurat.
Setelah sesi teori, seluruh peserta mengikuti simulasi evakuasi untuk mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan sesuai standar operasional yang berlaku.
Cluster General Manager The Alana Hotel and Convention Center Malang dan Aston Mojokerto Hotel and Conference Center, Sistho A. Sreshto, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan tamu dan karyawan.
“Fire drill merupakan bagian penting dari komitmen kami dalam menjaga kesiapsiagaan seluruh tim. Pelatihan ini kami lakukan secara berkala agar setiap karyawan memahami perannya, mengetahui jalur evakuasi, dan mampu mengambil tindakan yang tepat saat menghadapi kondisi darurat,” ujarnya kepada RRI Malang, Minggu (20/9/2026).
Menurut Sistho, simulasi kebakaran tidak hanya berfungsi sebagai latihan rutin, tetapi juga menjadi sarana evaluasi untuk mengukur kecepatan respons dan efektivitas koordinasi tim saat menghadapi keadaan darurat.
Ia menambahkan, standar keselamatan yang tinggi menjadi kebutuhan penting mengingat hotel tersebut memiliki 152 kamar, dua ballroom, serta 11 ruang pertemuan yang setiap hari melayani tamu individu maupun kegiatan berskala besar.
“Bagi kami, keselamatan tamu dan karyawan harus selalu menjadi prioritas dalam operasional hotel,” katanya.
Melalui pelatihan berkala tersebut, manajemen berharap seluruh personel mampu merespons kondisi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi sehingga dapat meminimalkan risiko apabila terjadi insiden kebakaran di lingkungan hotel.
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....