Peran Orang Tua Penting Siapkan Anak Masuk Sekolah

  • 20 Sep 2026 11:48 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang: Persiapan anak menuju sekolah tidak seharusnya hanya diisi dengan latihan membaca, menulis dan berhitung. Peran orang tua justru menjadi bagian penting dalam membangun rasa aman, kemandirian, kemampuan berkomunikasi dan kesiapan anak menghadapi lingkungan baru. Dalam dialog bersama RRI Malang pada Rabu (16/9/2026), praktisi dan konsultan pengembangan pendidikan, Agustinus Lesamana, mengatakan setiap anak merupakan individu yang memiliki karakter dan tahapan perkembangan berbeda sehingga orang tua tidak perlu memberikan standar yang sama kepada semua anak.

“Anak itu individu, jadi tidak bisa standar khusus, tapi yang penting adalah dia merasa disayang oleh orang tuanya,” ujar Agustinus. Menurutnya, rasa aman yang diperoleh anak dari keluarga menjadi modal penting ketika anak berada di lingkungan baru. Anak juga perlu diberikan ruang untuk mengekspresikan emosinya sehingga orang tua dapat memahami kebutuhan dan perkembangan anak tanpa memberikan tekanan berlebihan.

Stimulasi di rumah pun tidak harus selalu berbentuk kegiatan belajar yang terstruktur. Orang tua dapat melibatkan anak dalam kehidupan sehari-hari, seperti berdiskusi, mengajak anak mengambil keputusan sederhana dan memberikan kesempatan untuk memilih sesuatu yang sesuai dengan kebutuhannya. Cara tersebut dapat membantu mengembangkan kemampuan berpikir, komunikasi, kemandirian dan pemecahan masalah secara alami.

Selain mempersiapkan anak, orang tua juga perlu cermat ketika memilih sekolah. Praktisi dan konsultan PAUD, Fitri Witano Velasari, menyarankan orang tua terlebih dahulu memahami program yang ditawarkan sekolah. Informasi dapat dicari melalui laman sekolah, kemudian dilanjutkan dengan datang langsung untuk melihat lingkungan dan kegiatan pembelajaran. “Orang tua harus tahu dulu program sekolah, cek website, datang ke sekolah, program dan kegiatan di sekolah apakah sesuai tujuan kurikulum,” jelas Fitri.

Menurut Fitri, orang tua perlu mengetahui kemampuan atau keterampilan apa yang ingin dikembangkan sekolah serta strategi yang digunakan untuk melihat perkembangan anak. Komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah juga penting agar proses pendidikan dapat berjalan searah. Sementara Agustinus mengingatkan, setiap kurikulum memiliki karakteristik dan kelebihan masing-masing sehingga orang tua perlu mempertimbangkan kesesuaiannya dengan tujuan pendidikan anak. “Pilih SD untuk goals apa, apakah akademik, agama, homeschooling karena mau jadi atlet, maka tujuan akhir yang perlu ditentukan dulu,” katanya.

Fitri menambahkan, orang tua sebaiknya tidak terus-menerus menjadikan kemampuan akademik sebagai ukuran utama keberhasilan perkembangan anak. Pertanyaan tentang apa yang sudah bisa dilakukan anak perlu diimbangi dengan perhatian terhadap proses tumbuh kembang dan karakter belajarnya. “Orang tua perlu banyak membaca, melihat perkembangan anak. Anak saya tumbuh menjadi pembelajar yang seperti apa,” tuturnya. Dengan pendekatan tersebut, persiapan sekolah diharapkan tidak menjadi tekanan, tetapi menjadi proses membangun anak agar lebih percaya diri dan siap menghadapi pengalaman belajar baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....