Tak Punya Uang Bukan Alasan Tak Berbakti, Ini Caranya

  • 26 Agt 2026 13:25 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Berbakti kepada orang tua tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk pemberian uang atau bantuan materi. Anak yang memiliki keterbatasan ekonomi tetap dapat menunjukkan baktinya melalui tenaga, perhatian, kunjungan maupun doa. Hal tersebut disampaikan Ustazah Hj. Dra. Rukmini Amar, M.Ap ketika menjawab pertanyaan Faris, pendengar dari Kota Batu, dalam program Tausyiah Mutiara Pagi Pro 1 RRI Malang.

Faris menceritakan kondisinya yang belum bekerja dan merasa bingung ketika melihat orang tua lebih sering menerima bantuan dari anak yang lain. Ia kemudian meminta arahan apakah tetap harus memberikan yang terbaik kepada orang tua meski belum mampu secara materi.

Ustazah Rukmini menegaskan bahwa ukuran bakti seorang anak tidak semata-mata ditentukan dari seberapa besar uang yang diberikan kepada orang tua.

“Memberi bantuan kepada orang tua tidak selamanya materi. Enggak punya materi ya fisiknya bagaimana membantu kebutuhan orang tua secara fisik. Mendoakan,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, anak yang tidak memiliki kemampuan finansial dapat membantu orang tua melalui tindakan sederhana. Jika tinggal berdekatan, anak dapat datang ke rumah, membantu membersihkan rumah, memperbaiki bagian rumah yang rusak, atau membantu kebutuhan sehari-hari.

“Sesekali kalau dekat ya, datangi rumahnya. Mungkin bocor, mungkin perlu dibersihkan atau apa gitu ya. Itu ada hal-hal yang kita jadi orang tua itu juga nilainya tinggi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak membanding-bandingkan anak hanya berdasarkan pemberian materi. Sebab, setiap anak memiliki kondisi, kemampuan dan bentuk pengabdian yang berbeda. Ada anak yang mampu memberikan uang, sementara anak lainnya mungkin lebih banyak membantu secara langsung karena tinggal berdekatan.

Menurut Ustazah Rukmini, perhatian dan bantuan sehari-hari juga memiliki nilai yang besar. Anak yang tidak mampu memberikan uang tetap bisa hadir ketika orang tua membutuhkan pertolongan.

Di sisi lain, orang tua juga diingatkan untuk tidak menjadikan anak sebagai tempat bergantung secara berlebihan. Menurutnya, orang tua perlu membangun keyakinan bahwa rezeki berasal dari Allah dan tidak terus-menerus menuntut anak yang sudah memiliki rumah tangga sendiri.

“Jangan terus kemudian jadi peminta-minta kepada Allah. Mereka punya rumah tangga sendiri. Iya, itu mintanya sama Allah,” katanya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa bakti kepada orang tua tidak harus menunggu seseorang menjadi mapan secara ekonomi. Dalam keterbatasan sekalipun, seorang anak tetap memiliki banyak cara untuk menunjukkan kasih sayang dan penghormatan kepada orang tuanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....