Manfaatkan Limbah Kulit Nanas, KKN MAs 76 Latih Ibu-Ibu Tulungrejo Bikin Tepache

  • 20 Agt 2026 13:12 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID.Malang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 76 Desa Tulungrejo menggelar sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah kulit nanas menjadi minuman fermentasi bernama tepache, Kamis (14/8/2026), di rumah Ibu Darsih. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 20 ibu-ibu pengajian setempat, dengan Karimah Nur Hanifah dari KKN MAs 76 bertindak sebagai tutor.

Program ini digagas untuk menjawab persoalan limbah kulit nanas yang melimpah dari hasil pertanian dan produksi olahan nanas di wilayah tersebut. Alih-alih dibuang begitu saja, kulit nanas diolah menjadi tepache, minuman fermentasi berkhasiat yang kaya antioksidan dan bermanfaat bagi kesehatan.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan tahapan pengolahan tepache secara lengkap, mulai dari pencucian dan pengeringan kulit nanas, proses fermentasi, hingga pengemasan produk agar siap dijual. Selain praktik pengolahan, warga juga mendapat edukasi mengenai kandungan antioksidan serta manfaat kesehatan dari tepache.

Secara garis besar, proses pembuatan tepache dimulai dari mengupas nanas dan mengambil bagian kulitnya, lalu mencucinya hingga bersih. Kulit nanas kemudian dimasukkan ke dalam wadah berbahan kaca bersama air hangat dan rempah-rempah seperti kapulaga, cengkih, dan kayu manis. Sebagai pemanis, digunakan gula aren yang disebut lebih dianjurkan dibandingkan gula merah biasa, meski gula putih juga bisa menjadi alternatif. Campuran tersebut kemudian didiamkan selama tiga hari untuk proses fermentasi hingga tepache siap dikonsumsi.

Mahasiswa KKN MAs 76 turut membagikan tepache yang telah mereka buat sebelumnya agar ibu-ibu dapat mencicipi langsung hasil olahannya. Warga menyambut antusias program ini dan menunjukkan ketertarikan tinggi untuk mencoba membuat tepache sendiri di rumah.

“Selama ini kulit nanas biasanya hanya saya buang. Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya jadi tahu bahwa kulit nanas bisa diolah menjadi tepache. Menurut saya, kegiatan ini sangat bermanfaat karena mengajarkan cara memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Ibu Sugiarti, salah satu peserta sosialisasi.

Melalui program ini, mahasiswa KKN MAs 76 berharap dapat mengurangi limbah hasil produksi nanas, sekaligus menciptakan produk bernilai tambah ekonomi bagi warga. Program ini juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya inovasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal di Desa Tulungrejo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....