Maulid Nabi Jadi Momentum Perkuat Cinta dan Teladan Rasul

  • 20 Agt 2026 13:23 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID,Malang – Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap 12 Rabiul Awwal menjadi momentum berharga bagi umat Islam untuk mengekspresikan rasa syukur, menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta memperkuat komitmen untuk meneladani akhlak mulia beliau.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Muhammad Syafi’ Na’im dalam acara Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang, Kamis (20/8/2026) pagi. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial atau rutinitas tahunan, tetapi dapat menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama.

“Menyambut Maulid Nabi yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awwal merupakan momentum berharga bagi umat Islam untuk mengekspresikan rasa syukur, menumbuhkan rasa cinta (mahabbah), serta memperkuat komitmen dalam meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW,” katanya.

Ia menjelaskan, peringatan Maulid Nabi dapat diisi dengan berbagai kegiatan positif yang mendorong umat Islam untuk semakin mengenal sosok Rasulullah SAW sekaligus mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sarana refleksi untuk menghidupkan kembali sunah-sunah beliau dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Menurutnya, terdapat sejumlah amalan positif yang dapat dilakukan umat Islam untuk mengisi momentum Maulid Nabi. Salah satunya adalah memperbanyak shalawat sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, umat Islam dianjurkan membaca sirah nabawiyah untuk mempelajari perjalanan hidup, perjuangan, serta akhlak Rasulullah SAW. Dengan mengenal kehidupan beliau, umat diharapkan dapat mengambil teladan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Amalan lainnya adalah bersedekah dan berbagi kepada sesama. Kegembiraan dalam memperingati kelahiran Rasulullah SAW dapat diwujudkan dengan memberikan makanan maupun bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Umat Islam juga dapat menghadiri majelis taklim atau majelis maulid untuk memperdalam ilmu agama sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah. Sementara itu, berpuasa sunah, khususnya pada hari Senin, juga dapat menjadi salah satu bentuk keteladanan terhadap Rasulullah SAW.

Ustaz Muhammad Syafi’ Na’im menambahkan, berbagai amalan tersebut hendaknya tidak berhenti pada momentum Maulid Nabi saja. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW perlu terus diwujudkan dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari.

Melalui berbagai tradisi dan amalan positif tersebut, umat Muslim diharapkan dapat terus menjaga semangat persatuan, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta konsisten menjalankan kehidupan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....