Husnuzan Kepada Allah Menguatkan Hati dalam Menghadapi Takdir Kehidupan

  • 19 Agt 2026 15:02 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Husnuzan kepada Allah menjadi salah satu sikap penting yang perlu dimiliki setiap muslim dalam menjalani kehidupan. Sikap berbaik sangka kepada Allah mengajarkan manusia untuk tetap percaya bahwa setiap ketetapan yang diberikan memiliki tujuan dan hikmah, meskipun tidak selalu dapat dipahami secara langsung.

Hal tersebut disampaikan Ustaz A. Fakhrur Rouzi, M.Pd. dalam program Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang, Senin (17/8/2026). Ia menjelaskan bahwa manusia sering kali menilai suatu peristiwa hanya berdasarkan apa yang terlihat saat ini, sementara Allah mengetahui keseluruhan perjalanan dan akibat dari setiap kejadian.

Menurutnya, tidak semua hal yang diinginkan manusia merupakan sesuatu yang terbaik bagi dirinya. Begitu pula sebaliknya, sesuatu yang dianggap sulit atau tidak menyenangkan belum tentu membawa keburukan. Karena itu, seorang muslim perlu membangun keyakinan bahwa takdir Allah selalu memiliki hikmah.

“Ketika kita berhusnuzan kepada Allah, kita belajar menerima setiap ketetapan dengan keyakinan bahwa Allah memiliki rencana terbaik bagi kehidupan kita,” ujarnya.

Ustaz Fakhrur juga mengingatkan bahwa menerima takdir bukan berarti manusia berhenti berusaha. Ikhtiar tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan. Setelah melakukan usaha secara maksimal, manusia kemudian perlu menyerahkan hasilnya kepada Allah dan menerima apa pun keputusan yang diberikan.

Sikap husnuzan juga dapat membantu seseorang menghadapi berbagai keadaan dengan lebih tenang. Ketika mengalami kegagalan, misalnya, seseorang tidak langsung menganggap dirinya sedang mendapatkan keburukan. Kegagalan dapat menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi, belajar, dan mempersiapkan diri menghadapi kesempatan berikutnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesabaran dan rasa syukur dalam menyikapi takdir. Kesabaran diperlukan ketika menghadapi sesuatu yang tidak sesuai harapan, sedangkan rasa syukur diperlukan ketika memperoleh kenikmatan. Keduanya menjadi bagian dari cara manusia menjaga hubungan baik dengan Allah.

Melalui pembahasan tersebut, pendengar Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang diajak untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian terhadap setiap peristiwa yang terjadi. Dengan husnuzan, manusia dapat melihat kehidupan dengan lebih positif dan percaya bahwa setiap ketetapan Allah membawa pelajaran yang dapat membentuk pribadi menjadi lebih kuat. ( Belgistaniko )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....