KKN MAs Kelompok 79 dan 80 Gelar Program Gerakan Sawah Bebas Tikus
- 19 Agt 2026 15:20 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs) Kelompok 79 dan 80 melaksanakan program Gerakan Sawah Bebas Tikus (GSBT) di area persawahan Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk respons mahasiswa terhadap persoalan hama tikus yang mengganggu area persawahan dan berpotensi memengaruhi hasil pertanian masyarakat setempat.
Pelaksanaan GSBT diawali dengan pengamatan langsung di area persawahan. Mahasiswa menyusuri sejumlah titik untuk mengidentifikasi lokasi yang menunjukkan aktivitas tikus. Setelah titik-titik tersebut ditemukan, mahasiswa menyiapkan umpan menggunakan bahan yang telah disediakan, di antaranya kapur barus, bawang putih, bawang merah, racun tikus, beras, kopi hitam, serta plastik kue sebagai media pembungkus.
Umpan yang telah disiapkan kemudian ditempatkan di sejumlah lokasi yang dinilai menjadi area aktivitas tikus.
Penanggung jawab program, Vivin Rosdiana, mengatakan GSBT merupakan bentuk kolaborasi antara Kelompok 79 dan 80 untuk merespons persoalan hama yang ditemukan di lingkungan persawahan Desa Pandanajeng.
“Gerakan Sawah Bebas Tikus ini merupakan bentuk kolaborasi Kelompok 79 dan 80 untuk merespons persoalan hama tikus yang ditemukan di area persawahan Desa Pandanajeng. Melalui kegiatan ini, kami berupaya terlibat langsung dalam melihat kondisi di lapangan dan melaksanakan program yang telah direncanakan,” ujarnya.
Sementara itu, penanggung jawab lainnya, Fransiska Putri Afni, menjelaskan bahwa pelaksanaan program dilakukan dengan terlebih dahulu mengamati kondisi persawahan untuk menentukan titik yang menjadi lokasi aktivitas tikus.
“Kami melakukan pengamatan terlebih dahulu untuk mengetahui lokasi yang menunjukkan aktivitas tikus. Setelah itu, bahan yang telah disiapkan digunakan dalam pelaksanaan Gerakan Sawah Bebas Tikus bersama Kelompok 80,” tambahnya.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN MAs Kelompok 79 dan 80 berupaya mengambil peran dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
Gerakan Sawah Bebas Tikus menjadi salah satu rangkaian kegiatan pengabdian mahasiswa selama menjalankan KKN MAs di Desa Pandanajeng. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengimplementasikan program yang disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....