Barikan RT 03 Sukun, Rawat Tradisi Gotong Royong

  • 19 Agt 2026 15:32 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Tradisi barikan masih dipertahankan oleh masyarakat sebagai salah satu bentuk kebersamaan dan ungkapan rasa syukur. Tradisi yang biasanya dilakukan dengan berkumpul dan menikmati hidangan secara bersama-sama ini juga menjadi ruang bagi warga untuk mempererat silaturahmi serta menjaga semangat gotong royong di lingkungan.

Semangat tersebut turut terlihat dalam pelaksanaan barikan warga RT 03 RW 02, Kelurahan Sukun, Kota Malang. Tahun ini, pelaksanaan barikan dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama, dengan setiap kepala keluarga memberikan iuran sebesar 50 ribu rupiah.

Salah satu panitia penyelenggara barikan, Dian Djarum, mengatakan iuran tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, doorprize, serta hadiah berbagai lomba Agustusan bagi warga di tingkat RT.

“Untuk tahun ini, kebetulan di RT kami acara barikannya sesuai dengan kesepakatan warga. Masing-masing KK membayar 50 ribu rupiah untuk barikan ini, nanti dibuat konsumsi dan juga doorprize dan hadiah-hadiah lomba Agustusan untuk warga kami di tingkat RT,” ujar Dian kepada RRI, Minggu (16/8/2026).

Tidak berhenti pada pengumpulan iuran, warga juga terlibat langsung dalam mempersiapkan seluruh kebutuhan barikan. Para ibu-ibu bersama-sama memasak dan menghias tumpeng, sekaligus menyiapkan berbagai menu prasmanan yang nantinya disajikan kepada warga.

Sementara itu, para bapak-bapak mengambil bagian dalam persiapan teknis kegiatan, mulai dari menyiapkan tenda dan panggung, menata kursi, hingga mempersiapkan sound system.

Dian mengatakan pembagian tugas tersebut menjadi bentuk nyata gotong royong warga dalam menyukseskan kegiatan barikan.

“Untuk tumpeng kami masak dan hias bersama. Kemudian kami juga gotong royong untuk masak menu prasmanan yang nanti menjadi sajian di acara barikan warga. Kemudian bapak-bapak bagian mempersiapkan tenda dan panggung, kursi-kursi serta sound system,” jelasnya.

Dalam tradisi barikan, tumpeng tidak hanya dipandang sebagai sajian makanan. Bentuk tumpeng yang mengerucut kerap dimaknai sebagai simbol rasa syukur dan harapan atas keberkahan, sementara proses pembuatannya secara bersama-sama mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan.

Bagi warga RT 03 RW 02 Kelurahan Sukun, barikan menjadi momentum untuk kembali berkumpul dan memperkuat hubungan antarwarga. Tradisi tersebut menunjukkan bahwa nilai kebersamaan masih dapat dirawat melalui kegiatan sederhana yang melibatkan seluruh masyarakat di tingkat lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....