Tradisi Lomba Kemerdekaan Perkuat Persaudaraan dan Rasa Syukur

  • 14 Agt 2026 12:38 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Tradisi perlombaan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap bulan Agustus tidak sekadar menjadi ajang hiburan bagi masyarakat. Di balik berbagai perlombaan yang digelar, terdapat nilai-nilai positif yang dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan semangat kebersamaan.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Nur Cholis, S.E., dalam Cahyaning Ati bertema “Hikmah di Balik Tradisi Lomba Kemerdekaan”.

Menurutnya, momentum perayaan kemerdekaan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengingat kembali nikmat kemerdekaan sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Ustaz Nur Cholis menjelaskan, berbagai perlombaan yang biasa digelar di lingkungan masyarakat seperti balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, hingga permainan kelompok memiliki nilai kebersamaan yang penting. Masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang dapat berkumpul, berinteraksi, serta saling memberikan dukungan.

“Lomba kemerdekaan jangan hanya dilihat sebagai permainan atau hiburan saja. Di dalamnya ada hikmah bagaimana kita membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi dan mensyukuri nikmat kemerdekaan yang telah diberikan kepada bangsa kita,” ujar Ustaz Nur Cholis, Jumat (14/8/2026)

Ia menambahkan, Islam juga mengajarkan pentingnya menjaga persaudaraan dan hubungan baik dengan sesama. Karena itu, kegiatan masyarakat yang mampu mempertemukan dan mempererat hubungan antarsesama dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang harmonis selama tetap dilakukan dengan cara yang baik.

Selain mempererat silaturahmi, perlombaan kemerdekaan juga mengajarkan nilai sportivitas. Setiap peserta perlu memahami bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan. Sikap jujur, menghargai lawan, menerima hasil perlombaan dan tetap menjaga persaudaraan merupakan nilai yang jauh lebih penting.

“Yang menang jangan kemudian merasa paling hebat, yang kalah juga jangan merasa rendah. Justru dari perlombaan kita belajar tentang sportivitas, menerima hasil dengan lapang dada dan tetap menjaga persaudaraan,” tuturnya.

Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut perlu terus dipelihara, tidak hanya ketika masyarakat memperingati Hari Kemerdekaan. Kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar merupakan modal penting dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat yang damai.

Lebih jauh, momentum kemerdekaan juga dapat menjadi pengingat agar masyarakat senantiasa bersyukur atas berbagai nikmat yang telah diterima. Kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan para pendahulu yang patut dihargai dan diteruskan dengan kontribusi positif sesuai kemampuan masing-masing.

Ustaz Nur Cholis mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat rasa syukur, persatuan dan kepedulian terhadap sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....