KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Jalur Rel dengan KA Ukur Arjuna

  • 14 Agt 2026 10:17 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember memperkuat aspek keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api dengan melakukan pengukuran geometri jalan rel secara berkala menggunakan Kereta Ukur Jalan Rel (KUJR) EM-120 Nomor 7190 “Arjuna”.

Pemeriksaan dilakukan selama dua hari, Rabu (12/8/2026) dan Kamis (13/8/2026), menyusuri lintas Bangil hingga Ketapang, Banyuwangi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kondisi jalur rel tetap memenuhi standar teknis sekaligus mengantisipasi potensi gangguan yang dapat membahayakan perjalanan kereta api.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan pengukuran geometri jalan rel merupakan langkah preventif yang dilakukan secara rutin setiap triwulan.

“Pengukuran geometri jalan rel yang dilakukan secara berkala merupakan langkah preventif untuk memastikan kondisi lintasan tetap berada dalam kondisi aman. Hasil pemeriksaan ini menjadi salah satu dasar bagi KAI dalam menentukan batas kecepatan aman serta menyusun program pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur,” ujar Cahyo, Jumat (14/8/2026).

Pengukuran dilakukan untuk mengevaluasi kondisi dan kelayakan jalur, menentukan batas aman kecepatan kereta api, serta menjadi dasar perencanaan perawatan dan pemeliharaan prasarana.

Sejumlah parameter geometri jalan rel diukur secara presisi untuk memastikan kondisi jalur sesuai standar Track Quality Index (TQI). Penggunaan teknologi pada KA Ukur Arjuna juga memungkinkan penyimpangan jalur dalam skala sangat kecil, hingga satuan milimeter, terdeteksi secara akurat.

KA Ukur Arjuna yang diproduksi pada 2022 tersebut dilengkapi teknologi laser optical contact. Teknologi ini dapat digunakan untuk mengukur geometri jalan rel, tingkat keausan rel, hingga kondisi listrik aliran atas secara terintegrasi.

Hasil pengukuran selanjutnya dianalisis dan menjadi bahan evaluasi teknis untuk menentukan tindakan pemeliharaan maupun perbaikan prasarana yang diperlukan.

Pantau Jalur Rawan Tanah Labil

Selain mengukur geometri rel, KAI Daop 9 Jember juga memantau kondisi badan jalan serta lingkungan di sekitar jalur kereta api. Pemantauan ini terutama dilakukan di lokasi yang memiliki karakteristik tanah labil dan masuk dalam Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) Daop 9 Jember tahun 2026.

Di wilayah Daop 9 Jember, pemeriksaan geometri dilakukan pada lintas Bangil–Ketapang dengan panjang mencapai 261,103 kilometer spoor (Kmsp).

Pemeriksaan mencakup sejumlah parameter teknis, termasuk peninggian rel pada tikungan dan skilu, yakni perbedaan ketinggian antara kedua rel dalam jarak tertentu.

Berdasarkan daftar Dapsus Daop 9 Jember tahun 2026, terdapat satu lokasi tanah labil yang masih menjadi perhatian, yakni di Km 76+0/8 petak jalan antara Stasiun Ranuyoso–Grati, wilayah SK 9.1 Pasuruan.

Sebagai langkah mitigasi, KAI Daop 9 Jember telah melakukan perbaikan badan jalan melalui pembangunan pasangan batu kali di lokasi tersebut. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat badan jalan sekaligus menjaga kestabilan jalur rel.

“Dengan dilaksanakannya pemeriksaan secara rutin, kami memastikan kondisi prasarana jalan rel di wilayah Daop 9 Jember terjaga dan mendukung perjalanan kereta api yang aman, selamat, nyaman, serta tepat waktu,” kata Cahyo.

KAI Daop 9 Jember memastikan pemantauan dan pemeliharaan prasarana akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Pemeriksaan berbasis teknologi dan tindak lanjut berdasarkan hasil pengukuran diharapkan dapat menjaga keandalan jalur rel serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jasa kereta api.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....