Musuh Paling Berbahaya, ketika Membela Kesalahan Diri

  • 12 Agt 2026 17:51 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - “Musuh paling berbahaya adalah dirimu sendiri ketika kamu terus membela kesalahanmu.” Pesan tersebut menjadi tema dialog Cahyaning Ati yang disiarkan Pro4 RRI Malang bersama narasumber Ustaz Abdul Aziz, S.Ag , Rabu (12/8/2026).

Mengutip Surah An-Nisa ayat 107, Ustaz Abdul Aziz menjelaskan bahwa manusia terkadang merasa sedang menghadapi atau melawan orang lain, padahal musuh yang paling berbahaya justru dapat berasal dari dirinya sendiri. Ketika seseorang berdusta, berbuat zalim, atau melakukan kemaksiatan, dampak terbesar dari perbuatan tersebut pada hakikatnya akan kembali kepada dirinya.

Karena itu, manusia hendaknya tidak selalu menyalahkan orang lain maupun takdir atas berbagai persoalan yang terjadi dalam kehidupannya. Setiap peristiwa yang dialami seharusnya menjadi kesempatan untuk belajar, melakukan introspeksi, dan memperbaiki diri.

Menurut Ustaz Abdul Aziz, Allah SWT Maha Penyayang. Ketika seseorang menghadapi persoalan, hal tersebut bukan berarti Allah tidak menyayanginya. Sebaliknya, persoalan yang datang dapat menjadi jalan agar manusia mau berhenti sejenak, mengevaluasi diri, dan kembali ke jalan yang benar.

Demikian pula ketika seseorang menzalimi orang lain, beban dosa tersebut pada akhirnya harus ditanggung oleh dirinya sendiri. Hal ini sejalan dengan prinsip sebab-akibat, bahwa setiap perbuatan akan membawa konsekuensi bagi pelakunya.

Ustaz Abdul Aziz juga menyampaikan bahwa mengajak kepada kebaikan relatif lebih mudah diterima, sedangkan mencegah kemungkaran sering kali menghadapi penolakan. Terlebih, ketika suatu kemungkaran telah dianggap biasa atau bahkan disenangi oleh sebagian orang.

Ia mencontohkan perjuangan Rasulullah SAW yang menghadapi penolakan hingga ancaman dari kaum Quraisy ketika berupaya mencegah berbagai kemungkaran pada masa jahiliyah. Karena itu, ketika seseorang melakukan kemaksiatan tanpa menyadarinya, sesungguhnya ia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.

Lebih lanjut, Ustaz Abdul Aziz mengingatkan agar seseorang bersyukur ketika mendapatkan nasihat yang baik, bukan justru membela kesalahannya. Dosa yang dilakukan manusia tidak akan mengurangi sedikit pun kekuasaan Allah SWT, tetapi dapat membuat hati pelakunya semakin gelap.

Oleh sebab itu, setiap nasihat dan peringatan hendaknya dijadikan momentum untuk memperbaiki diri, meninggalkan kemaksiatan, serta menyadari bahwa larangan Allah SWT pada hakikatnya merupakan bentuk kasih sayang dan perlindungan bagi manusia. (Mey)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....