Pedagang Bendera Musiman Hadapi Persaingan dengan Penjualan Online
- 06 Agt 2026 21:01 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Malang – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, pedagang bendera musiman mulai memadati sejumlah ruas jalan di Kota Malang. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan atribut kemerdekaan, para pedagang mengaku menghadapi tantangan baru berupa persaingan dengan penjualan melalui platform online.
Galih, pedagang Bendera musiman, mengatakan dirinya berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat, dan telah tiga tahun berturut-turut merantau ke Malang untuk berjualan bendera Merah Putih menjelang Hari Kemerdekaan.
Menurut Galih, persiapan usaha dimulai sejak Juli dengan mengambil stok barang dari konveksi di Garut, Jawa Barat. Penjualan kemudian mulai dilakukan pada 26 Juli dan berlangsung hingga menjelang 17 Agustus.
"Saya berasal dari Tasikmalaya dan sudah tiga tahun berjualan bendera musiman di Malang. Usaha ini memang hanya dilakukan setahun sekali menjelang Hari Kemerdekaan dengan harapan bisa mendapatkan rezeki," ujar Galih Kamis (6/8/2026).
Selama berjualan di Malang, Galih tinggal di kawasan Betek, Jalan Mayjen Panjaitan. Ia mengungkapkan, produk yang paling banyak dicari masyarakat pada tahun ini adalah bendera Merah Putih berbentuk persegi, sedangkan permintaan umbul-umbul mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.
"Kalau tahun ini yang paling laris tetap bendera Merah Putih berbentuk persegi. Sementara penjualan umbul-umbul justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.
Galih memperkirakan pendapatan kotor yang diperoleh selama musim penjualan tahun ini mencapai sekitar Rp4 juta. Namun, ia mengakui persaingan dengan penjual di marketplace menjadi tantangan terbesar karena harga yang ditawarkan secara online relatif lebih murah.
"Kendala terbesar sekarang adalah persaingan dengan penjualan online. Harga di marketplace lebih murah, sedangkan kami harus mendatangkan barang dari Jawa Barat ke Malang sehingga biaya menjadi lebih tinggi. Akibatnya, pembeli sekarang terbagi, sekitar 50 persen memilih membeli secara online dan 50 persen membeli langsung," jelasnya.
Meski menghadapi persaingan yang semakin ketat, Galih tetap berharap penjualan akan meningkat menjelang puncak peringatan Hari Kemerdekaan, ketika kebutuhan masyarakat terhadap bendera Merah Putih biasanya mengalami lonjakan. (Javier)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....