Jauhi Tujuh Dosa yang Membinasakan
- 24 Jul 2026 20:28 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Umat Islam diingatkan untuk senantiasa menjauhi tujuh dosa yang membinasakan sebagaimana dijelaskan Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim. Dalam tausiyahnya di program Mutiara Pagi RROI Malang, Ustadz Amsiyono menegaskan bahwa ketujuh dosa tersebut bukan hanya membawa dampak buruk di dunia, tetapi juga menjadi penyebab datangnya azab di akhirat apabila tidak disertai dengan taubat yang sungguh-sungguh. Karena itu, setiap muslim perlu memahami bentuk-bentuk dosa besar tersebut agar tidak terjerumus dalam kehidupan sehari-hari.
Ustadz Amsiyono menjelaskan bahwa Rasulullah SAW secara tegas bersabda, "Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan." Ketika para sahabat bertanya mengenai apa saja yang dimaksud, Rasulullah menyebutkan tujuh dosa besar, yakni syirik kepada Allah, melakukan sihir, membunuh jiwa tanpa alasan yang dibenarkan syariat, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri dari medan perang, serta menuduh perempuan mukminah yang menjaga kehormatannya dengan tuduhan zina tanpa bukti.
"Dosa yang pertama adalah syirik, yaitu menduakan Allah SWT. Ini merupakan dosa yang paling besar karena merusak pondasi keimanan seseorang. Allah sendiri telah mengingatkan dalam Al-Qur'an bahwa syirik adalah kezaliman yang sangat besar," ujar Ustadz Amsiyono pada Kamis (23/7/2026).
Ia menambahkan, sejumlah dosa tersebut masih sangat relevan dengan kehidupan masyarakat modern. Misalnya praktik riba yang kini dapat dijumpai dalam berbagai bentuk transaksi keuangan, hingga perilaku curang dalam berdagang seperti mengurangi timbangan dan takaran yang dilarang dalam Al-Qur'an. Menurutnya, meskipun kecurangan dalam timbangan tidak termasuk dalam daftar tujuh dosa yang disebutkan dalam hadis, perbuatan tersebut tetap merupakan dosa besar karena merugikan hak orang lain.
"Islam mengajarkan kejujuran dalam setiap transaksi. Jangan sampai kita mengambil keuntungan dengan cara mengurangi hak orang lain, baik melalui riba maupun kecurangan dalam timbangan. Keberkahan rezeki justru lahir dari kejujuran," jelasnya.
Lebih lanjut, Ustadz Amsiyono mengingatkan agar umat Islam menjaga lisan dan kehormatan sesama. Di era media sosial saat ini, fitnah dan tuduhan tanpa bukti sangat mudah tersebar sehingga berpotensi menjerumuskan seseorang ke dalam dosa besar. Ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat akidah, memperbanyak ibadah, serta segera bertaubat apabila pernah melakukan kesalahan.
"Allah Maha Pengampun bagi hamba yang benar-benar bertaubat. Yang terpenting adalah kita mau belajar, memperbaiki diri, menjauhi tujuh dosa besar tersebut, dan terus memohon perlindungan kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....