Usia Empat Puluh, Momentum Memperbanyak Bekal menuju Akhirat Bersama

  • 22 Jul 2026 15:53 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Memasuki usia 40 tahun menjadi momentum penting bagi setiap muslim untuk melakukan introspeksi diri dan memperbanyak bekal menuju kehidupan akhirat. Pada fase ini, seseorang diajak untuk lebih bijak memanfaatkan sisa usia dengan meningkatkan amal saleh, memperbanyak ibadah, serta mengurangi hal-hal yang tidak memberikan manfaat.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Aziz, S.Ag. dalam tausiyah Cahyaning Ati yang disiarkan Pro 4 RRI Malang, Rabu (22/7/2026), mengangkat tema "Umur 40 Bukan Akhir, Tapi Persiapan Terserius untuk Pulang."

Dalam kajiannya, ia menjelaskan bahwa usia 40 tahun memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Hal itu sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Ahqaf ayat 15 yang menjelaskan fase kedewasaan manusia hingga mencapai usia tersebut. Selain itu, Rasulullah SAW menerima wahyu pertama dan diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun.

"Usia 40 tahun bukanlah akhir perjalanan hidup, melainkan saat seseorang harus semakin serius mempersiapkan bekal untuk kembali kepada Allah SWT. Kita tidak pernah mengetahui kapan usia akan berakhir, sehingga setiap hari harus diisi dengan amal saleh," ujarnya.

Menurutnya, yang menjadi ukuran bukanlah panjang atau pendeknya umur seseorang, melainkan sejauh mana sisa usia dimanfaatkan untuk beribadah dan melakukan kebaikan. Ia mengingatkan agar umat Islam mulai mengurangi kebiasaan yang tidak bermanfaat, seperti makan berlebihan, tidur berlebihan, maupun aktivitas yang tidak memiliki nilai ibadah.

"Kurangi hal-hal yang tidak memberikan manfaat. Gunakan waktu untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan melakukan amal yang bernilai di sisi Allah SWT," katanya.

Pada bagian kedua kajian, ia menekankan pentingnya membiasakan hidup sederhana dan tidak terjebak dalam gaya hidup mewah. Menurutnya, seluruh harta yang dimiliki manusia hanyalah titipan Allah SWT, sedangkan harta yang benar-benar menjadi milik seseorang adalah harta yang dibelanjakan di jalan Allah melalui sedekah.

"Rumah, kendaraan, dan kekayaan tidak akan kita bawa ke alam kubur. Yang akan menjadi bekal adalah amal saleh dan sedekah yang kita keluarkan karena Allah SWT," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ketika seseorang telah meninggal dunia dan memasuki alam barzakh, tidak ada lagi kesempatan untuk kembali ke dunia. Karena itu, selama masih diberi kesempatan hidup, setiap muslim hendaknya memperbanyak sedekah dan menghindari sikap berlebih-lebihan terhadap urusan dunia.

Selain memperbanyak sedekah, ia mengajak umat Islam mengurangi kesibukan dalam pergaulan yang tidak membawa manfaat, serta lebih banyak meluangkan waktu untuk bermuhasabah, memperbanyak taubat, dan membersihkan hati.

"Mari gunakan usia yang Allah berikan untuk memperbanyak taubat, memperbaiki hati, dan mendekatkan diri kepada-Nya. Jangan sampai kita terlena oleh gemerlap dunia, karena pada akhirnya semua akan kita tinggalkan," tuturnya.

Menutup kajian, ia mengutip nasihat para ulama melalui sebuah syair yang mengingatkan bahwa dunia sering kali memperdaya manusia dengan kemewahannya. Oleh karena itu, setiap muslim diajak memanfaatkan usia yang dimiliki dengan memperbanyak amal saleh sebagai bekal sebelum kembali kepada Allah SWT. (Mey)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....