Membuka Lembaran Baru Melalui Taubat dan Kasih Sayang-Nya
- 21 Jul 2026 12:30 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Penyesalan mendalam atas kesalahan di masa lalu merupakan titik balik spiritual yang sangat penting menuju kehidupan yang lebih bersih, terarah, dan bermakna. Islam mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk kembali kepada Allah SWT melalui taubat yang sungguh-sungguh. Dengan hati yang tulus, seseorang dapat memperbaiki diri sekaligus meraih ketenangan batin dan harapan baru dalam menjalani kehidupan.
Ana Mufidah, S.Ag., M.Ag menguraikan pentingnya menyegarkan niat untuk terus memperbaiki diri saat mengisi tausiyah pada acara Cahyaning Ati RRI Malang, Minggu (5/7/2026). Menurutnya, taubat yang dilakukan secara konsisten merupakan jalan terbaik untuk melepaskan beban moral serta rasa bersalah yang sering kali mengganggu ketenangan pikiran seseorang.
"Jangan biarkan dosa masa lalu menghalangi kita untuk meraih rahmat Allah yang tak terbatas. Selama hayat masih dikandung badan, pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali kepada-Nya," ujarnya pada acara Cahyaning Ati RRI Malang.
Ia menjelaskan bahwa Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang mau mengakui kesalahan, menyesali perbuatannya, kemudian bertekad untuk tidak mengulanginya lagi. Taubat yang benar tidak hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan dengan perubahan sikap, memperbaiki hubungan dengan sesama manusia, serta memperbanyak amal saleh sebagai bentuk kesungguhan dalam memperbaiki diri.
Menurut Ana Mufidah, seseorang yang benar-benar bertaubat akan memiliki semangat baru untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Rasa putus asa tidak seharusnya menguasai hati karena kasih sayang Allah jauh lebih besar daripada dosa-dosa yang pernah dilakukan manusia. Oleh sebab itu, setiap muslim hendaknya terus memperbanyak istighfar, menjaga ibadah, dan mengisi kehidupan dengan berbagai perbuatan yang bermanfaat.
Melalui taubat yang sungguh-sungguh, seorang muslim akan mampu melangkah menuju masa depan dengan penuh optimisme, kedamaian, dan keyakinan bahwa rahmat Allah selalu menyertai setiap hamba yang ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik. (Belgistaniko)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....