Briket Limbah Bonggol Jagung Dongkrak Produktivitas Petani di Desa Patalan

  • 20 Jul 2026 12:51 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi limbah pertanian terus dilakukan melalui inovasi teknologi tepat guna. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo melaksanakan program bertajuk "Integrasi Teknologi Power Sprayer dan Scale-Up Limbah Bonggol Jagung sebagai Strategi Peningkatan Produktivitas Jagung di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo."

Program yang didukung oleh pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 ini bertujuan meningkatkan efisiensi budidaya jagung sekaligus memberikan nilai tambah terhadap limbah bonggol jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Dr. Lia Ardiansari, S.Pd., M.Pd. selaku ketua tim, dengan anggota Triyan Bayu Pratama, S.P., M.P. dan Agung Abdul Rahman Wiyono, S.H., M.H.

Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa salah satu permasalahan utama yang dihadapi petani adalah proses penyemprotan pestisida dan pupuk daun yang masih menggunakan alat bertekanan rendah sehingga kurang efektif menjangkau seluruh bagian tanaman.

"Kondisi tersebut berdampak pada tingginya serangan organisme pengganggu tanaman dan menurunnya produktivitas hasil panen," jelas Dr. Lia Ardiansari, Senin (20/7/2026).

Sebagai solusi, tim memperkenalkan power sprayer bertekanan tinggi yang mampu menghasilkan semprotan lebih merata, efisien, serta menghemat waktu dan tenaga petani. Melalui pelatihan dan demonstrasi lapang, petani diberikan pendampingan mengenai teknik penggunaan alat, perawatan mesin, serta penerapan budidaya jagung yang lebih modern dan ramah lingkungan.

"Melalui integrasi teknologi power sprayer dan scale-up pemanfaatan limbah bonggol jagung, kami ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya meningkatkan produktivitas jagung, tetapi juga menciptakan pertanian yang berkelanjutan melalui konsep ekonomi sirkular. Harapannya, inovasi ini mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mengurangi limbah pertanian," imbuhnya.

Selain fokus pada peningkatan produksi, program ini juga mengangkat konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi briket arang yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Selama ini bonggol jagung umumnya dibakar atau dibiarkan menumpuk di lahan setelah panen. Padahal, melalui proses karbonisasi, penghancuran, pencampuran perekat, pencetakan, hingga pengeringan, limbah tersebut dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

Pelatihan pembuatan briket arang mendapat sambutan positif dari Kelompok Tani Makmur Satu Desa Patalan. Selain mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembakaran limbah terbuka, produk briket diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro berbasis hasil samping pertanian.

Kegiatan pengabdian dilaksanakan secara bertahap, meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan Power Sprayer, praktik pembuatan briket arang, pendampingan produksi, hingga monitoring dan evaluasi. Pendekatan partisipatif yang diterapkan mendorong petani untuk aktif mengembangkan inovasi sesuai kondisi lapangan.

Pemerintah desa dan kelompok tani memberikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Menurut mereka, integrasi antara teknologi budidaya dan pemanfaatan limbah pertanian merupakan solusi yang tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pedesaan.

"Program ini sangat membantu petani di Desa Patalan. Penggunaan teknologi power sprayer membuat penyemprotan lebih cepat, merata, dan efisien, sementara pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi briket memberikan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Kami berharap inovasi ini terus berlanjut dan dapat diterapkan oleh lebih banyak petani," ujar Thomas, salah satu mitra program.

Melalui program ini, Universitas Panca Marga Probolinggo menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan melalui penerapan hasil riset dan inovasi teknologi yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan sektor pertanian yang lebih produktif, efisien, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan.

Program Integrasi Teknologi Power Sprayer dan Scale-Up Limbah Bonggol Jagung menjadi bukti bahwa inovasi sederhana yang diterapkan secara tepat dapat memberikan dampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Sehingga model pemberdayaan ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai sentra produksi jagung lainnya sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan pertanian berkelanjutan di Indonesia. (Dwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....