Manusia Tidak Pernah Luput dari Dosa dan Salah
- 20 Jul 2026 17:39 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang: Tidak ada manusia yang benar-benar bersih dari dosa dan kesalahan. Dalam pandangan Islam, setiap orang yang telah mencapai status mukalaf, yakni baligh dan mampu membedakan baik serta buruk, akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh amal perbuatannya. Hal tersebut disampaikan Ustadz Amsiyono dalam program Mutiara pagi dengan tema "Manusia Tidak Pernah Luput dari Dosa dan Salah." Menurutnya, Allah SWT telah menetapkan bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki hawa nafsu sehingga sangat mungkin terjerumus dalam kesalahan. Karena itu, yang membedakan seorang mukmin bukanlah ada atau tidaknya dosa, melainkan kesungguhan untuk segera bertaubat dan memperbaiki diri setiap kali melakukan kesalahan.
Dalam dialog bersama RRI Malang pada Kamis (16/7/2026), Ustadz Amsiyono menjelaskan bahwa Islam tidak pernah mengajarkan manusia untuk menjadi sosok yang sempurna tanpa kesalahan. Justru Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa setiap anak Adam pasti pernah melakukan dosa. "Saat seseorang sudah mukalaf, maka berlaku sabda Rasulullah bahwa setiap anak Adam pasti melakukan kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang segera bertaubat kepada Allah," ujarnya. Karena itu, ukuran seorang mukmin bukan terletak pada apakah ia pernah berdosa atau tidak, melainkan seberapa besar kesungguhannya untuk kembali kepada Allah setiap kali terjatuh dalam kesalahan.
Lebih lanjut, Ustadz Amsiyono mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Muslim tentang luasnya rahmat Allah SWT. Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa apabila manusia tidak pernah berbuat dosa, maka Allah akan menggantinya dengan kaum lain yang berbuat dosa, kemudian memohon ampun kepada-Nya sehingga Allah mengampuni mereka. Menurutnya, hadis tersebut bukanlah pembenaran untuk berbuat maksiat, melainkan menunjukkan betapa Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang menyadari kesalahan dan kembali memohon ampun. "Manusia memang tempatnya salah dan dosa. Tidak ada manusia yang sama sekali tidak pernah melakukan kesalahan. Orang baik bukanlah orang yang tidak pernah salah, tetapi orang yang terus berusaha memperbaiki diri dan memperbanyak kebaikan setelah melakukan kesalahan," jelasnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, tantangan terbesar manusia berasal dari hawa nafsu yang ada di dalam dirinya. Ustadz Amsiyono menerangkan bahwa malaikat tidak pernah berbuat dosa karena tidak diberi nafsu, sedangkan manusia diberi kebebasan memilih sehingga memiliki peluang untuk taat maupun bermaksiat. "Nafsu bisa mendorong seseorang menjadi semakin dekat kepada Allah, tetapi juga bisa menyeret manusia ke dalam keterpurukan apabila tidak dikendalikan. Karena itu perjuangan terbesar seorang mukmin adalah mengendalikan hawa nafsunya," katanya. Salah satu cara menjaga diri, lanjutnya, adalah memperbanyak bergaul dengan orang-orang saleh karena lingkungan yang baik akan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Di akhir tausiyahnya, Ustadz Amsiyono mengajak umat Islam agar tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah, seberat apa pun dosa yang pernah dilakukan. Selama pintu taubat masih terbuka dan nyawa belum sampai di tenggorokan, setiap hamba memiliki kesempatan untuk kembali kepada Rabb-nya. "Seorang mukmin harus selalu berharap kepada ampunan Allah. Allah Maha Pengampun bagi siapa saja yang benar-benar bertaubat dan bersungguh-sungguh memperbaiki amalnya," pungkasnya. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan seorang mukmin bukanlah tentang menjadi manusia tanpa dosa, melainkan terus memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan menjaga harapan kepada kasih sayang Allah SWT hingga akhir hayat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....