Me-Time, Sebuah Dilema bagi Ibu Bekerja

  • 15 Jul 2026 18:03 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Istilah me-time atau meluangkan waktu untuk diri sendiri sering kali diartikan sebagai bentuk keegoisan, terutama jika pelakunya adalah seorang ibu bekerja (working mom). Dengan tumpukan deadline kantor di satu tangan dan urusan domestik di tangan lainnya, waktu untuk diri sendiri biasanya menjadi hal pertama yang dikorbankan.

Namun, Me-time kini bukan lagi sebuah kemewahan atau sekadar ajang pamer di media sosial, melainkan sebuah agenda wajib dan taktik bertahan hidup demi menjaga kesehatan mental.

Ibu bekerja dituntut untuk selalu tampil prima di dua dunia yang berbeda. Di kantor mereka harus profesional, sementara di rumah mereka diharapkan menjadi sosok ibu yang sabar dan sigap. Tuntutan ganda ini memicu beban mental yang luar biasa besar. Imbasnya tidak hanya pada penurunan performa kerja, tetapi juga pada sumbu kesabaran yang memendek saat berhadapan dengan anak dan pasangan di rumah.

Berikut adalah cara cerdas mengamankan waktu untuk diri sendiri tanpa harus mengorbankan waktu bersama keluarga:

• Me-Time (5-15 Menit): mendengarkan podcast favorit selama perjalanan komuter menuju kantor.

• Makan Siang Favorit: Seminggu sekali, gunakan jam istirahat kantor untuk makan siang sendirian di kafe favorit tanpa memikirkan pekerjaan atau urusan rumah.

• Ritual Malam Mandiri: Mendelegasikan tugas menidurkan anak kepada suami, sehingga Anda memiliki waktu ekstra untuk mandi air hangat dan menikmati skincare routine dengan tenang.

Tantangan terbesar bagi seorang ibu untuk mengeksekusi me-time adalah perasaan bersalah karena merasa menelantarkan keluarga demi kesenangan pribadi. Tetapi ingatlah ibu yang bahagia dan tenang secara emosional akan memancarkan energi positif yang sama ke seluruh anggota keluarganya, untuk itu mengagendakan me-time secara rutin adalah bentuk investasi emosional.

Jadi, bagi para ibu bekerja, jangan ragu untuk memasukkan agenda "merawat diri sendiri" ke dalam kalender harian Anda minggu ini. Karena ibu yang waras adalah fondasi keluarga yang bahagia. (Yuanita)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....