Ustad Mantra Bagus: Birrul Walidain Kunci Menjaga Keharmonisan Keluarga

  • 13 Jul 2026 11:32 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Nilai birrul walidain atau berbakti kepada kedua orang tua dinilai semakin menghadapi tantangan di tengah perkembangan zaman. Kemajuan teknologi yang mempermudah berbagai aktivitas justru dikhawatirkan membuat hubungan antara anak dan orang tua semakin renggang apabila tidak diimbangi dengan adab dan penghormatan kepada keluarga.

Dalam tausiahnya, Ustaz Mantra Bagus mengajak masyarakat menjadikan fenomena yang belakangan ramai terjadi sebagai bahan introspeksi. Ia menyoroti berbagai kasus yang menunjukkan lunturnya penghormatan kepada orang tua, mulai dari sengketa warisan yang berujung gugatan terhadap ayah maupun ibu kandung, penelantaran orang tua di panti sosial, hingga kekerasan verbal dan fisik yang dilakukan anak kepada orang tuanya.

"Berbagai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai akhlak harus terus dijaga di tengah perubahan zaman," tegasnya saat dikonfirmasi RRI pada Jumat (10/7/2026).

Ia menjelaskan, Indonesia selama ini dikenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi sopan santun, tata krama, dan penghormatan kepada orang yang lebih tua. Dalam budaya masyarakat, termasuk budaya Jawa, anak diajarkan berbicara dengan bahasa yang santun kepada orang tua.

"Nilai tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang menempatkan birrul walidain sebagai salah satu amal yang memiliki kedudukan sangat tinggi setelah perintah untuk mentauhidkan Allah," katanya.

Sebagai teladan, Ustaz Mantra Bagus mengangkat kisah Uwais al-Qarni, seorang tabiin yang dikenal karena baktinya kepada sang ibu. Dalam hadis sahih disebutkan bahwa Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam mengabarkan keutamaan Uwais kepada para sahabat dan menganjurkan agar meminta didoakan apabila bertemu dengannya.

"Keteladanan tersebut menunjukkan bahwa bakti kepada orang tua dapat menjadi jalan memperoleh kemuliaan di sisi Allah Subhanahu Wata'ala," ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan firman Allah dalam Surah Al-Isra ayat 23–24 yang memerintahkan umat Islam untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Bahkan, seorang anak dilarang mengucapkan kata-kata yang dapat menyakiti hati mereka dan diperintahkan untuk selalu berkata dengan perkataan yang mulia, terlebih ketika orang tua telah memasuki usia lanjut.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi saat ini bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga perubahan pola hubungan dalam keluarga. Tidak sedikit anak yang menganggap nasihat orang tua sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman sehingga lebih memilih mengikuti tren atau informasi dari media sosial.

"Padahal, pengalaman hidup yang dimiliki orang tua merupakan bekal berharga yang tidak dapat diperoleh dari teknologi maupun pendidikan formal," katanya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat birrul walidain melalui tindakan nyata. Bentuk bakti kepada orang tua tidak hanya berupa pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga meluangkan waktu untuk menemani mereka, mendengarkan cerita, memberikan perhatian, serta bersabar ketika orang tua mulai mengalami penurunan kondisi fisik maupun daya ingat akibat usia lanjut.

Ustaz Mantra Bagus menegaskan bahwa kesempatan berbakti kepada orang tua merupakan nikmat yang tidak akan terulang. Oleh sebab itu, setiap anak diharapkan mampu memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk memuliakan kedua orang tua, menjaga tutur kata, serta menghadirkan kasih sayang dalam kehidupan keluarga sebagai wujud pengamalan ajaran Islam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....