Surat An-Naml Ajarkan Keberpihakan pada Kebenaran dan Kepedulian

  • 13 Jul 2026 11:35 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Kisah-kisah yang diabadikan dalam Al-Qur'an tidak hanya menjadi cerita sejarah, tetapi juga mengandung pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikan Ustaz Moh. Rosyad, M.Si., dalam program Mutiara Pagi RRI Malang yang mengangkat pembahasan mengenai hikmah Surat An-Naml atau surat yang berarti "semut".

"Al-Qur'an memuat berbagai kisah, termasuk tentang hewan seperti pasukan gajah dalam Surat Al-Fil, lebah dalam Surat An-Nahl, hingga semut dalam Surat An-Naml. Seluruh kisah itu mengandung ibrah atau pelajaran yang mengajak manusia untuk berpikir, merenung, dan mengambil hikmah dari setiap peristiwa yang Allah abadikan," terang Ustaz Rosyad ketika dikonfirmasi RRI pada Jumat (10/7/2026).

Ustaz Rosyad menjelaskan, salah satu hikmah yang dapat dipetik dari semut adalah semangat untuk selalu berpihak kepada kebenaran meskipun kemampuan yang dimiliki sangat terbatas. Sebagai ilustrasi, terdapat kisah hikmah yang populer di kalangan umat Islam tentang seekor semut yang berusaha membawa setetes air ketika Nabi Ibrahim Alaihissalam dibakar oleh Raja Namrud.

"Meski sadar usahanya tidak akan memadamkan kobaran api, semut tersebut tetap berikhtiar sebagai bentuk keberpihakannya kepada Nabi Ibrahim dan kebenaran yang diperjuangkannya," katanya.

Pesan tersebut sejalan dengan ajaran Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wasallam. Beliau menganjurkan umat Islam untuk mencegah kemungkaran sesuai kemampuan, baik dengan kekuasaan, lisan, maupun hati sebagai tingkatan iman yang paling lemah.

Selain itu, Surat An-Naml ayat 18–19 juga mengisahkan bagaimana seekor semut memperingatkan koloninya agar segera masuk ke dalam sarang ketika Nabi Sulaiman dan pasukannya akan melewati lembah. Kisah tersebut mengajarkan pentingnya kewaspadaan, kepedulian terhadap sesama, komunikasi yang baik, serta kerja sama dalam menghadapi potensi bahaya.

Melalui kisah-kisah tersebut, umat Islam diajak untuk tidak meremehkan setiap amal kebaikan. Sekecil apa pun usaha yang dilakukan, selama dilandasi niat yang tulus dan berpihak kepada kebenaran, setiap ikhtiar memiliki nilai di sisi Allah Subhanahu Wata'ala.

"Di sisi lain, semangat saling mengingatkan, melindungi, dan bekerja sama sebagaimana dicontohkan semut juga menjadi teladan yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....