Usaha Sudah, Kini Saatnya Belajar Bertawakal

  • 05 Jul 2026 09:29 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Banyak orang merasa kecewa ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan harapan. Padahal, tidak sedikit yang telah bekerja keras, berdoa, hingga mengorbankan waktu dan tenaga. Kondisi seperti ini kerap memunculkan pertanyaan, apakah usaha yang dilakukan sudah cukup atau justru masih kurang berserah diri kepada Allah SWT.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Mutiara Pagi RRI Malang, Rabu (10/6/2026), bersama Ustaz Hafid Murtaji yang mengangkat tema Kewajiban Yakin dan Tawakal. Menurutnya, tawakal merupakan buah dari keyakinan seorang hamba kepada Allah setelah melakukan ikhtiar secara maksimal.

Ustaz Hafid menjelaskan bahwa tawakal bukan berarti menyerahkan semuanya kepada Allah tanpa melakukan usaha. Dalam Islam, usaha, doa, dan tawakal merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

"Tawakal itu dilakukan setelah ikhtiar. Berusaha tanpa berdoa adalah kesombongan, sedangkan berdoa tanpa usaha akan menjadi sia-sia. Keduanya harus berjalan bersama," ujar Ustaz Hafid.

Ia mencontohkan seorang petani yang berharap panennya berhasil. Harapan tersebut tidak akan terwujud apabila tanaman tidak dirawat, dipupuk, maupun dilindungi dari hama. Setelah seluruh usaha dilakukan, barulah hasilnya diserahkan kepada Allah SWT.

"Kalau menanam cabai tetapi tidak pernah dirawat, lalu mengatakan sudah tawakal, tentu itu bukan tawakal yang diajarkan agama. Allah memerintahkan kita untuk berikhtiar terlebih dahulu," katanya.

Di akhir dialog, Ustaz Hafid mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan keyakinan kepada Allah dalam setiap langkah kehidupan. Menurutnya, hati yang yakin dan bertawakal akan lebih tenang menghadapi setiap ketetapan karena percaya bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....