Ketahanan Keluarga Jadi Strategi Cegah Perceraian Rumah Tangga
- 23 Jun 2026 11:20 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Upaya memperkuat ketahanan keluarga sebagai langkah strategis dalam mencegah perceraian menjadi fokus utama kegiatan bertajuk “Ketahanan Keluarga sebagai Strategi Pencegahan Perceraian dalam Pembangunan Rumah Tangga” yang digelar bagi peserta se-wilayah kerja Bakorwil III Jawa Timur
Dalam kegiatan tersebut, H. Ahmad Najib, S.Ag., M.HI, selaku Penghulu Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Kepenghuluan dan Keluarga Sakinah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, menyampaikan materi mengenai fenomena perceraian dan pentingnya membangun keluarga yang tangguh.
Dalam paparannya, Ahmad Najib menjelaskan bahwa angka perceraian di Indonesia, termasuk di Jawa Timur, masih menunjukkan tren yang tinggi. Faktor ekonomi, ketidakharmonisan, serta perselingkuhan menjadi penyebab utama terjadinya perceraian. Ia juga menyoroti bahwa keluarga muda dengan usia pernikahan 0–7 tahun merupakan kelompok yang paling rentan mengalami perceraian.
| Baca juga: Juicy Lucy Patty Strategi Baru Ijen Suites |
“Ketahanan keluarga harus menjadi perhatian bersama. Keluarga yang memiliki fondasi kuat, komunikasi yang baik, dan pemahaman antar pasangan akan lebih mampu menghadapi berbagai tantangan rumah tangga sehingga risiko perceraian dapat diminimalkan,” ujar Ahmad Najib, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, mayoritas pengajuan perceraian dalam beberapa tahun terakhir masih didominasi oleh perkara cerai gugat. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman pasangan suami istri mengenai pengelolaan konflik, komunikasi yang sehat, dan penguatan nilai-nilai keluarga sejak awal pernikahan.
Lebih lanjut, Ahmad Najib memaparkan sejumlah ciri pasangan yang memiliki perkawinan bahagia, di antaranya masing-masing individu memiliki kemandirian dan kematangan pribadi, mampu mencintai diri sendiri maupun pasangannya, dapat menikmati waktu bersama maupun sendiri, serta memiliki kemampuan mengekspresikan diri secara asertif.
“Perkawinan yang bahagia bukan berarti tanpa masalah, tetapi pasangan mampu bekerja sama, saling memahami, dan menjadikan satu sama lain sebagai sahabat sekaligus pasangan hidup,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan rumah tangga yang harmonis membutuhkan komitmen, komunikasi yang terbuka, serta kesadaran untuk terus bertumbuh bersama. Oleh karena itu, ketahanan keluarga perlu dibangun sejak dini sebagai investasi jangka panjang dalam menciptakan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan keluarga sebagai fondasi utama dalam mencegah perceraian serta mewujudkan rumah tangga yang harmonis dan sejahtera di wilayah kerja Bakorwil III Jawa Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....