Duta Bahasa Utamakan Intelektualitas dan Kemampuan Berbahasa Generasi Muda
- 12 Jun 2026 09:39 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Ajang Duta Bahasa kerap disalahartikan sebagai kompetisi yang menonjolkan penampilan fisik. Namun, anggapan tersebut ditepis oleh Rika, finalis 10 Besar Duta Bahasa Jawa Timur 2026, saat menjadi narasumber dalam talkshow Sore Ceria. Menurutnya, Duta Bahasa merupakan wadah yang lebih mengedepankan kemampuan intelektual, wawasan kebahasaan, serta keterampilan berkomunikasi para peserta.
“Banyak yang mengira Duta Bahasa itu menilai penampilan fisik, padahal yang menjadi fokus utama adalah kemampuan berpikir, berbahasa, dan bagaimana peserta mampu menyampaikan gagasan secara baik,” ujar Rika. Ia menjelaskan, peserta harus melalui berbagai tahapan seleksi yang cukup ketat, mulai dari penulisan esai, penyusunan program kerja, hingga mengikuti Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) sebagai tolok ukur kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
Rika menegaskan bahwa proses penilaian dalam Duta Bahasa tidak menjadikan aspek fisik sebagai faktor utama. “Yang lebih penting adalah intelektualitas, wawasan tentang bahasa, serta kemauan untuk terus belajar dan berkontribusi dalam pelestarian bahasa Indonesia,” katanya. Ia menambahkan, para finalis juga dituntut memiliki kepedulian terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baik di lingkungan masyarakat.
Setelah terpilih sebagai bagian dari Duta Bahasa Jawa Timur, Rika bersama peserta lainnya akan terlibat dalam berbagai program di bawah koordinasi Balai Bahasa Jawa Timur. Kegiatan tersebut meliputi menjadi narasumber, moderator, mendukung program kebahasaan, hingga memproduksi konten edukatif. “Ke depan saya ingin menyelesaikan kuliah sekaligus mempersiapkan karier di bidang penyiaran dan media. Pengalaman di Duta Bahasa menjadi bekal berharga untuk mewujudkan cita-cita sebagai news anchor profesional,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....