Finalis Duta Bahasa Jatim Usung Literasi Media Generasi Muda
- 12 Jun 2026 09:55 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Roudhotul Mufarikha, berhasil menorehkan prestasi dengan masuk jajaran 10 Besar Duta Bahasa Jawa Timur 2026. Dalam talkshow Sore Ceria, perempuan yang akrab disapa Rika itu mengaku tidak menyangka dapat melaju hingga tahap final. Ia pun membagikan pengalaman selama mengikuti seleksi sekaligus gagasannya mengenai pentingnya literasi media dan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan generasi muda.
Rika menjelaskan bahwa proses seleksi Duta Bahasa Jawa Timur berlangsung cukup panjang sejak Maret 2026. Para peserta harus melalui berbagai tahapan, mulai dari penulisan esai, wawancara, hingga presentasi program kerja atau krida yang telah disiapkan sebelumnya. “Dari lebih dari 150 peserta yang mendaftar, kemudian diseleksi menjadi 80 peserta di tahap berikutnya hingga akhirnya terpilih 10 finalis terbaik yang tampil di grand final,” ujarnya, Ranu (10/6/2026).
Dalam kompetisi tersebut, Rika mengusung krida literasi yang berfokus pada peningkatan kemampuan generasi muda dalam membaca dan memahami informasi secara kritis. Menurutnya, masih banyak masyarakat, khususnya anak muda, yang kesulitan membedakan berita faktual dengan informasi yang menggunakan judul sensasional atau clickbait. “Saya ingin generasi muda mampu melihat isi berita secara utuh, memahami konteksnya, lalu menyimpulkan informasi dengan benar sebelum menyebarkannya kepada orang lain,” katanya.
Selain literasi media, Rika juga menyoroti kebiasaan mencampur bahasa formal dan informal yang semakin sering terjadi di kalangan generasi muda. Ia menilai kebiasaan tersebut dapat menjadi kendala ketika seseorang harus menyampaikan gagasan dalam forum akademik maupun situasi formal lainnya. Melalui peran sebagai Duta Bahasa, ia berharap dapat ikut mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan bahasa serta meningkatkan kemampuan literasi informasi di tengah derasnya arus komunikasi digital. “Bahasa yang baik dan kemampuan memahami informasi secara kritis menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan di era digital,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....