KAN Jabung dan PG Kebon Agung Perkuat Kemitraan Musim Giling Tebu 2026

  • 08 Jun 2026 13:32 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Memasuki musim giling tebu 2026, sinergi antara petani, koperasi, dan industri gula kembali menjadi faktor kunci dalam menjaga produktivitas dan kualitas hasil panen. Komitmen tersebut ditegaskan melalui dialog interaktif dalam Podcast Ruang Tamu RRI Malang yang menghadirkan KAN Jabung Syariah Jawa Timur bersama Pabrik Gula (PG) Kebon Agung pada Senin lalu (25/5/2026).

Dalam diskusi bertema “Persiapan Menghadapi Giling Tebu”, Pengurus KAN Jabung Syariah Jawa Timur, S. Julistiyah, dan Kepala Bagian Tanaman PG Kebon Agung, Herman Hidayat, membahas berbagai langkah strategis yang dilakukan untuk memastikan musim giling berjalan optimal di tengah tantangan sektor pertanian saat ini.

Sebagai salah satu koperasi agribisnis terbesar di Jawa Timur, KAN Jabung Syariah memiliki peran penting dalam mendampingi petani dari berbagai sektor usaha, termasuk komoditas tebu. Berbasis di Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, koperasi yang telah berkembang selama puluhan tahun ini tidak hanya dikenal melalui unit usaha peternakan sapi perahnya, tetapi juga aktif mengembangkan layanan pembiayaan syariah, pendampingan pertanian, hingga penguatan kelembagaan petani.

Diskusi Podcast KAN Jabung Syariah Jawa Timur bersama Pabrik Gula (PG) Kebon Agung membahas Penguatan Kemitraan Musim Giling Tebu 2026 (Foto: KAN Jabung)

Menjelang musim giling, aktivitas petani tebu binaan KAN Jabung mulai meningkat. Berbagai persiapan dilakukan mulai dari pemeliharaan tanaman, pemupukan, hingga koordinasi proses tebang angkut menuju pabrik gula.

“Petani cukup antusias menghadapi musim giling tahun ini. Walaupun ada tantangan seperti faktor cuaca dan biaya perawatan, semangat petani tetap baik,” ungkap S. Julistiyah.

Menurutnya, koperasi berperan sebagai penghubung yang memastikan kebutuhan petani dapat terpenuhi sekaligus menjaga kelancaran proses produksi. Pendampingan lapangan dan koordinasi yang intensif terus dilakukan agar kualitas tebu yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan industri.

Sementara itu, PG Kebon Agung juga terus melakukan pemantauan kondisi tanaman di lapangan untuk memastikan bahan baku yang masuk ke pabrik berada pada tingkat kematangan optimal.

“Fokus utama kami memastikan tingkat kematangan tebu berada dalam kondisi terbaik agar hasil produksi gula nantinya bisa maksimal,” jelas Herman Hidayat.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan musim giling tidak hanya ditentukan oleh kesiapan pabrik, tetapi juga kualitas tanaman dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari petani, koperasi, hingga industri pengolahan. Kolaborasi yang terjalin antara KAN Jabung dan PG Kebon Agung menjadi gambaran pentingnya kemitraan dalam memperkuat rantai pasok industri gula nasional.

Di tengah tantangan perubahan iklim, fluktuasi biaya produksi, dan dinamika pasar, kerja sama yang solid dinilai mampu menjaga keberlanjutan usaha petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Melalui podcast tersebut, kedua pihak juga mengajak masyarakat untuk memahami bahwa industri gula merupakan sektor strategis yang melibatkan proses panjang dari hulu hingga hilir.

Keberhasilan musim giling tidak hanya ditentukan oleh panen yang melimpah, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia, teknologi, dan kemitraan yang saling menguatkan. Lebih dari sekadar agenda tahunan, musim giling menjadi momentum yang merefleksikan kerja keras ribuan petani tebu yang selama berbulan-bulan merawat tanaman hingga siap dipanen.

Di balik setiap butir gula yang dihasilkan, terdapat dedikasi, ketekunan, dan kolaborasi yang menjadi fondasi keberlangsungan sektor pertanian Indonesia. Sinergi antara KAN Jabung Syariah Jawa Timur dan PG Kebon Agung menjadi bukti bahwa kemajuan industri gula dapat dicapai melalui kerja bersama yang berorientasi pada kesejahteraan petani, peningkatan produktivitas, dan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....