Kedamaian Dimulai dari Menjaga Lisan
- 04 Jun 2026 13:33 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang: Di tengah meningkatnya konflik dan ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia, pesan tentang pentingnya menjaga kedamaian menjadi semakin relevan. Dalam program Mutiara Pagi RRI Malang, Ustadz Dr. H. M. Amsiyono Q.A., S.H., S.Ag., M.Sy. mengajak masyarakat untuk menjadikan perdamaian sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, damai bukan sekadar tidak adanya konflik, melainkan terciptanya kondisi yang tenang, aman, nyaman, dan kondusif sehingga seluruh anggota masyarakat dapat hidup berdampingan dengan harmonis.
Ustadz Amsiyono menilai bahwa berbagai gejolak yang terjadi di dunia saat ini harus menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih menjaga persatuan dan menghindari perpecahan. Ia menegaskan bahwa upaya mewujudkan kedamaian tidak harus dimulai dari hal besar, tetapi dari perilaku sehari-hari. “Muslim yang baik adalah yang mampu membuat orang lain selamat dari lisannya, tangannya, maupun perbuatannya. Maka kedamaian itu dimulai dari diri sendiri, dari cara kita berbicara dan bersikap kepada orang lain,” ujarnya pada Kamis (4/6/2026).
Selain itu, Ustadz Amsiyono juga menyampaikan bahwa menjaga perdamaian merupakan perintah langsung dari Allah SWT. Mengutip QS Ali Imran yang memerintahkan umat Islam untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak bercerai-berai. Menurutnya, banyak konflik sosial bermula dari sikap saling dengki, tidak menghargai sesama, serta kepentingan pribadi yang mengabaikan kemaslahatan bersama. “Kalau masyarakat saling menghormati, saling menghargai, tidak mudah memprovokasi dan tidak mudah terpecah belah, maka suasana damai akan tumbuh dengan sendirinya,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan dalam konteks Indonesia yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama. Menurutnya, keberhasilan bangsa Indonesia mempertahankan persatuan di tengah perbedaan merupakan modal besar untuk menjadi contoh perdamaian bagi dunia. Dengan berpegang pada nilai-nilai Pancasila dan semangat toleransi, masyarakat Indonesia dapat terus memperkuat persaudaraan serta mencegah munculnya konflik yang merusak persatuan bangsa.
Sebagai penutup, Ustadz Amsiyono mengingatkan kembali pesan Rasulullah SAW agar umat manusia senantiasa menebarkan salam, keselamatan, dan kedamaian kepada sesama. “Rasulullah mengajarkan agar kita menyebarkan kedamaian kepada manusia. Jangan menjadi penyebab perpecahan, tetapi jadilah bagian dari solusi yang menghadirkan ketenteraman bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perdamaian dunia pada akhirnya dibangun dari tindakan-tindakan sederhana yang dilakukan setiap individu dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....