Pemkot Probolinggo Raih Penghargaan Nasional Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
- 29 Mei 2026 16:45 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Kota Probolinggo meraih penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia atas komitmennya dalam implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).
Penghargaan tersebut diterima langsung Wali Kota Probolinggo Aminuddin dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti pada Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional di Plaza Insan Berprestasi Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Selain Kota Probolinggo, penghargaan serupa juga diberikan kepada Provinsi Banten, Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Mappi.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti mengapresiasi berbagai inisiatif pemerintah daerah dalam mewujudkan pendidikan yang aman, nyaman dan berkualitas.
“Sesuai Asta Cita Presiden Prabowo dan visi pendidikan bermutu untuk semua, kami merasa terbantu dengan kiprah dan inisiatif daerah dalam mewujudkan mutu pendidikan untuk semua,” ujarnya kepada rri.co.id, Jumat (29/5/2026).
Penghargaan tersebut diberikan setelah Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen menilai Kota Probolinggo layak menjadi percontohan nasional dalam penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman melalui berbagai program yang telah dijalankan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Siti Romlah menjelaskan, Pemkot Probolinggo telah membentuk Pokja BSAN yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk kepolisian untuk memastikan penanganan cepat terhadap berbagai pengaduan di lingkungan pendidikan.
Selain itu, seluruh satuan pendidikan di Kota Probolinggo juga telah memiliki program GASPRO CETAR PERKASA atau Satuan Tugas Kota Probolinggo Cegah dan Tangani Perundungan dan Kekerasan di Satuan Pendidikan sejak 2024 lalu.
Program tersebut diterapkan mulai tingkat TPA, TK, SD hingga SMP dan terintegrasi dengan dashboard pengaduan yang memungkinkan laporan dan penanganan kasus dipantau secara real time.
“Pengaduan yang tidak mampu diselesaikan di satuan pendidikan akan ditangani di tingkat kota melalui kerja sama dengan Unit Layanan Disabilitas Bidang Pendidikan dan Puspaga,” kata Siti Romlah.
Selain itu, Pemkot Probolinggo juga menjalankan berbagai program pendukung lainnya seperti Duta Kamtibmaspro bekerja sama dengan Polres Probolinggo Kota dan GP Ansor, Sekolah Ramah Anak di 342 satuan pendidikan, hingga pemenuhan sanitasi layak bagi siswa.
Menurut Siti Romlah, meski program BSAN baru dicanangkan secara nasional pada 2026, Kota Probolinggo telah memulai berbagai langkah penerapan sejak tahun sebelumnya.
Sementara itu, Wali Kota Aminuddin menegaskan pendidikan yang aman, nyaman dan damai menjadi salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia di Kota Probolinggo.
“Karena dengan suasana seperti itu proses pendidikan berjalan baik dan sumber daya manusia bisa dididik mencapai harapan menghadapi Indonesia Emas,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh stakeholder pendidikan untuk terus memperkuat implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di seluruh satuan pendidikan di Kota Probolinggo melalui peningkatan sarana prasarana, pengawasan, serta keterlibatan masyarakat dan orang tua siswa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....