Perkuat Industri Musik Digital, Tim Ryan Deedat Sambangi LPP RRI Malang

  • 26 Mei 2026 13:06 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Langkah strategis dalam memperkuat publikasi industri musik lintas negara mulai dijajaki di Kota Malang. Tim publikasi artis asal Malaysia, Ryan Deedat, melakukan kunjungan sinergitas ke LPP RRI Malang guna membahas peluang kolaborasi media dan pengembangan promosi musik digital di Indonesia.

Kunjungan tersebut diwakili oleh Sheriyana Julia Syahrindra dan Muhammad Anindita Syahdana yang diterima langsung oleh Andri Dwi W selaku Koordinator Marketing LPP RRI Malang di ruang PPID LPP RRI Malang. Dalam pertemuan hangat dan produktif tersebut, kedua belah pihak membahas prospek kerja sama publikasi karya musik, distribusi informasi kreatif, hingga penguatan jejaring promosi musik.

Ryan Deedat sendiri dikenal sebagai penyanyi, penulis lagu, sekaligus musisi beraliran EDM (Electronic Dance Music) asal Malaysia yang memiliki warna musik modern berpadu nuansa pop Melayu. Namanya mulai dikenal luas sejak merilis single “Salimah” pada 2017 dan pernah masuk nominasi Top 5 Best Male New Artiste dalam ajang ABPBH32 Malaysia. Ia juga pernah tergabung dalam grup RVL sebelum berkarier solo.

Sejumlah karya Ryan Deedat seperti Ijab Qabul, Menuju Hatimu, Kasi Tempur, hingga rilisan terbaru Aura 1000 memperlihatkan konsistensinya dalam membangun identitas musik yang energik, emosional, dan dekat dengan generasi muda Asia Tenggara.

Shooting video klip single terbaru Ryan Deedat di Bromo (Foto: Sheriyana)

Dalam agenda kunjungan tersebut, tim juga memperkenalkan materi audio visual terbaru yang menjadi bagian dari strategi publikasi internasional Ryan Deedat melalui platform digital dan radio nasional. Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah video musik yang menampilkan konsep modern dengan nuansa emosional dan sinematografi dinamis, memperkuat positioning Ryan Deedat sebagai musisi EDM-pop Melayu yang adaptif terhadap perkembangan industri kreatif digital.

Sheriyana juga menyampaikan bahwa kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi media, namun menjadi langkah awal membuka jalur sinergi kreatif yang lebih luas.

“Kami melihat RRI Malang memiliki kekuatan jaringan dan karakter media publik yang sangat kuat. Harapannya, karya - karya musisi Asia Tenggara seperti Ryan Deedat bisa semakin dikenal masyarakat Indonesia melalui pendekatan publikasi yang kreatif dan positif,” ujarnya kepada www.rri.co.id, Selasa (26/5/2026).

Sementara itu, Syahdana menilai bahwa era digital membutuhkan kolaborasi lintas platform agar karya musik tidak hanya berhenti di media sosial, namun juga hadir melalui media penyiaran yang memiliki kedekatan emosional dengan publik.

“Musik hari ini bukan hanya soal lagu, tetapi bagaimana cerita dan pesan di dalamnya bisa sampai ke masyarakat. Karena itu kami membuka peluang kerja sama publikasi yang berkelanjutan bersama RRI Malang,” tegasnya.

Audiensi Tim publikasi artis asal Malaysia, Ryan Deedat, saat ditemui di ruang PPID LPP RRI Malang (Foto: RRI Malang)

LPP RRI Malang dalam hal ini menyambut baik penjajakan kerja sama tersebut. RRI dalam penyampaian melalui Andri, menyampaikan terbuka terhadap prospek kolaborasi kreatif yang mampu memberikan warna baru bagi perkembangan industri musik dan penyiaran.

“RRI Malang selalu mendukung ruang kreatif dan karya positif, termasuk dari musisi internasional serumpun. Kami berharap komunikasi ini menjadi awal kolaborasi yang produktif untuk publikasi musik yang lebih luas dan berkualitas,” ungkap Andri saat menerima kunjungan di ruang PPID.

Pertemuan ini sekaligus menjadi sinyal positif bahwa media publik dan industri musik digital kini semakin terkoneksi dalam membangun ekosistem kreatif modern. Kolaborasi lintas negara seperti ini dinilai mampu membuka peluang baru bagi promosi karya anak muda, pertukaran budaya, hingga penguatan industri hiburan regional.

Dengan perkembangan platform digital yang semakin cepat, publikasi musik tidak lagi dibatasi wilayah geografis. Musisi kini dapat menjangkau pendengar lintas negara melalui kekuatan kolaborasi, media, dan kreativitas tanpa batas. Pada akhirnya, musik bukan sekadar hiburan. Musik adalah bahasa universal yang menyatukan mimpi, semangat, dan harapan banyak orang. Dari sebuah ruang pertemuan sederhana di LPP RRI Malang, langkah besar menuju koneksi kreatif Asia Tenggara mulai dibangun hari ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....