Perkuat Santripreneur Agro, Cetak Santri Mandiri dan Produktif
- 26 Mei 2026 12:58 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pondok Pesantren (PP) An-Nur 1 Bululawang, Kabupaten Malang, bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang menggelar Pelatihan Santripreneur Agro sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi santri melalui penguatan keterampilan agribisnis dan kewirausahaan.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan PP An-Nur 1 Bululawang pada Sabtu (23/5/2026) ini mengusung tema “Membangun Kemandirian Santri Melalui Inovasi Pertanian dan Kewirausahaan."
Para santri mengikuti pelatihan dengan antusias sebagai bagian dari pembekalan keterampilan yang tidak hanya berfokus pada ilmu agama, tetapi juga kemampuan adaptif menghadapi perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat.
Pengasuh PP An-Nur 1 Bululawang, Dr. Hj. Erna Faridhatul Ulfah, M.Si., menegaskan bahwa program santripreneur merupakan langkah strategis untuk mencetak santri yang mandiri dan produktif.
“Lewat program santripreneur kami ingin membekali santri An-Nur 1 dengan keterampilan agribisnis dan mindset kewirausahaan agar mandiri secara ekonomi. Santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga nilai-nilai kemandirian, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujar Umik Erna, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun ekonomi berkelanjutan berbasis pesantren melalui kolaborasi dengan Unira Malang dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

Perwakilan LPPM Unira Malang, Abdillah, mengapresiasi langkah yang dilakukan PP An-Nur 1 Bululawang. Ia menilai bekal pertanian dan kewirausahaan menjadi modal penting bagi santri di masa depan.
“Pertanian berkelanjutan saat ini menjadi sektor penting yang harus dikenalkan kepada generasi muda, khususnya santri. Demikian juga entrepreneurship yang menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi,” ungkap pria yang akrab disapa Abe tersebut.
Ia menambahkan, kemandirian, inovasi, dan keberkahan merupakan kunci utama dalam membangun santripreneur yang sukses dan berdaya saing. Menurutnya, santri memiliki peluang besar menjadi agen perubahan dalam pengembangan pertanian ramah lingkungan yang bernilai ekonomi.
Sementara itu, Dr. Astrid Ika Paramitha, M.P., penemu genetik melon hitam sekaligus tim riset LPPM Unira Malang, memberikan pelatihan praktis terkait budidaya tanaman melon. Materi yang diberikan meliputi proses pembibitan, pemilihan media tanam, teknik penanaman, hingga perawatan tanaman agar menghasilkan buah berkualitas dan memiliki daya jual tinggi.
“Hari ini santri juga diperkenalkan metode perawatan tanaman melon pada fase pertumbuhan dewasa, mulai dari pengaturan nutrisi, penyiraman, pemangkasan, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman,” jelas Astrid yang akrab disapa Acid.
Melalui praktik tersebut, para santri diharapkan mampu memahami proses budidaya secara menyeluruh sehingga dapat menjadi bekal keterampilan usaha pertanian mandiri berbasis pesantren. Sebelum pelatihan berlangsung, PP An-Nur 1 Bululawang dan LPPM Unira Malang juga menandatangani nota kesepakatan kerja sama terkait program Santripreneur Agro sebagai bagian dari penguatan tridharma dosen dan mahasiswa Unira Malang.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pesantren mampu menjadi pusat lahirnya generasi muda yang religius, inovatif, dan mandiri. Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, santri diharapkan tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga pelopor pembangunan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....