Terjebak karena Terlanjur: Fenomena Sunk Cost Fallacy dalam Hubungan
- 24 Mei 2026 11:17 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Perasaan terlanjur sering membuat seseorang bertahan dalam hubungan, pekerjaan, maupun keputusan yang sebenarnya sudah tidak sehat. Kondisi tersebut terjadi karena seseorang merasa sudah mengorbankan waktu, tenaga, perasaan, hingga materi dalam jumlah besar.
Fenomena tersebut dibahas dalam program Obrolan Komunitas (Obras) materi psikologi bersama Imroatul Mufidah, S.Psi., M.M. Ia menjelaskan kondisi tersebut dikenal sebagai sunk cost fallacy, yakni kecenderungan mempertahankan sesuatu karena merasa terlalu banyak berkorban.
Menurut Fidah, seseorang sering bertahan dalam hubungan toksik karena tidak rela kehilangan investasi emosional yang sudah diberikan. Rasa takut gagal dan takut memulai dari awal juga membuat banyak orang memilih bertahan meskipun terus merasa tersakiti.
“Orang yang sudah terjebak dalam kondisi ini biasanya sulit menerima bahwa dirinya sebenarnya sedang dirugikan,” ujarnya ketika dikonfirmasi RRI pada Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan fenomena tersebut tidak hanya muncul dalam hubungan percintaan, tetapi juga dalam pertemanan, pekerjaan, hingga pendidikan. Banyak orang tetap melanjutkan sesuatu yang tidak sehat karena takut dianggap gagal oleh lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, rasa tidak enakan dan kebutuhan validasi dari orang lain juga menjadi penyebab seseorang sulit melepaskan hubungan toksik. Akibatnya, korban terus berusaha menyenangkan orang lain meskipun dirinya sendiri merasa lelah secara mental maupun emosional.
“Kadang orang bertahan bukan lagi karena sayang terhadap orangnya, tetapi karena sayang terhadap waktu dan pengorbanannya,” katanya.
Imroatul Mufidah menambahkan penting bagi seseorang untuk belajar menetapkan batasan dalam hubungan agar tidak terus dimanfaatkan orang lain. Keberanian mengatakan tidak dinilai menjadi langkah awal menjaga kesehatan mental dan harga diri seseorang.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih terbuka terhadap masukan orang terdekat ketika mulai melihat tanda hubungan tidak sehat. Evaluasi hubungan dapat dilakukan dengan melihat keseimbangan perhatian, usaha, dan dukungan dari kedua belah pihak.
“Mulailah mencintai diri sendiri sebelum terlalu jauh mengorbankan diri demi orang lain,” pungkas Fidah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....