Pemasaran Syariah Tekankan Kejujuran dan Keadilan Transaksi

  • 23 Mei 2026 11:08 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Konsep pemasaran syariah dinilai semakin penting diterapkan di tengah persaingan bisnis modern saat ini. Tidak hanya berorientasi pada keuntungan, pemasaran syariah juga mengedepankan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, keadilan, transparansi, dan larangan praktik riba dalam setiap transaksi. Hal tersebut disampaikan dalam Seri Manajemen Syari’ah bertema “Lingkungan Pemasaran Syariah” bersama Ustadzah Baroya Mila Shanty dalam tausiyah Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Malang, Sabtu (23//5/2026).

Ustadzah Baroya menjelaskan bahwa manajemen pada dasarnya merupakan kegiatan untuk mencapai tujuan dengan memanfaatkan berbagai sumber daya, mulai dari sumber daya manusia, operasional, pemasaran, hingga keuangan. Namun dalam konsep syariah, seluruh proses tersebut harus berjalan sesuai tuntunan Islam.

“Karena ini syariah, maka semua aktivitas manajemen dan pemasaran harus mengikuti prinsip-prinsip Islam. Jadi bukan hanya mengejar target penjualan, tetapi juga memperhatikan keberkahan dan etika dalam prosesnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat empat prinsip utama dalam pemasaran syariah. Pertama adalah keadilan, yaitu memastikan tidak ada pihak yang dirugikan dalam transaksi. Kedua, kejujuran dalam menyampaikan informasi produk maupun promosi kepada konsumen tanpa adanya tipu daya atau manipulasi.

“Kejujuran menjadi dasar penting dalam pemasaran syariah. Informasi produk harus disampaikan apa adanya, tidak boleh melebih-lebihkan apalagi menipu konsumen demi mendapatkan keuntungan,” katanya.

Selain itu, pemasaran syariah juga menekankan prinsip transparansi agar seluruh proses transaksi mudah dipahami konsumen. Prinsip terakhir adalah pelarangan riba dengan mengutamakan sistem bagi hasil yang adil antara produsen maupun pihak terkait dalam kegiatan usaha.

Menurut Ustadzah Baroya, penerapan pemasaran syariah bukan hanya relevan bagi bisnis berbasis agama, tetapi juga dapat menjadi solusi membangun kepercayaan konsumen di era modern. “Ketika pelaku usaha memegang prinsip keadilan, jujur, dan transparan, maka kepercayaan konsumen akan tumbuh dengan sendirinya,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....