Definisi Nasihat dalam Islam dan Adab Menasihati

  • 14 Mei 2026 07:48 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Nasihat merupakan salah satu ajaran penting dalam Islam yang memiliki makna luas dan mendalam dalam kehidupan sehari-hari. Ustadz Amsiyono menjelaskan bahwa nasihat bukan sekadar teguran atau kritik kepada orang lain, melainkan bentuk kepedulian yang disampaikan dengan niat baik agar seseorang kembali kepada kebaikan dan terhindar dari kesalahan. Menurutnya, dalam Islam nasihat lahir dari rasa cinta dan tanggung jawab antarsesama muslim. “Nasihat itu bukan untuk menjatuhkan atau mempermalukan orang lain, tetapi untuk mengingatkan dengan kasih sayang agar sama-sama berada di jalan yang benar,” ujar Ustadz Amsiyono. Ia menambahkan bahwa orang yang mau menerima nasihat dengan lapang dada menunjukkan adanya kerendahan hati dan keinginan untuk memperbaiki diri.

Dalam penyampaiannya di program Mutiara Pagi RRI Malang pada Kamis (14/5/2026), Ustadz Amsiyono mengutip hadits Rasulullah SAW yang menegaskan pentingnya nasihat dalam kehidupan umat Islam. Hadits tersebut berbunyi, “Ad-dinu an-nashihah,” yang berarti “Agama adalah nasihat.” Ketika para sahabat bertanya untuk siapa nasihat itu diberikan, Rasulullah SAW menjawab, “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan seluruh kaum muslimin.” Hadits riwayat Muslim itu, menurut Ustadz Amsiyono, menunjukkan bahwa nasihat merupakan bagian inti dari ajaran Islam karena mencerminkan kepedulian terhadap agama dan sesama manusia. “Kalau seseorang melihat saudaranya berbuat salah lalu membiarkannya tanpa nasihat, berarti ia kehilangan kepedulian,” katanya.

Ustadz Amsiyono menjelaskan bahwa Islam juga mengatur adab dalam memberikan nasihat agar tidak menimbulkan sakit hati ataupun permusuhan. Ia menegaskan bahwa nasihat sebaiknya disampaikan dengan tutur kata yang lembut, penuh hikmah, dan tidak dilakukan untuk mempermalukan seseorang di depan umum. Menurutnya, cara penyampaian yang kasar justru sering membuat orang menolak kebenaran meskipun isi nasihatnya baik. “Kalau ingin menasihati, lihat waktu dan tempatnya. Jangan menegur dengan emosi atau membuka aib seseorang di hadapan banyak orang,” tutur Ustadz Amsiyono. Ia mengingatkan bahwa Rasulullah SAW selalu memberikan teladan dalam berdakwah dengan kelembutan dan kesabaran sehingga ajaran Islam dapat diterima dengan hati yang terbuka.

Selain itu, Ustadz Amsiyono menekankan bahwa orang yang memberi nasihat juga harus mampu menjaga sikap dan menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nasihat akan lebih mudah diterima apabila disampaikan oleh orang yang berusaha menjalankan apa yang diucapkannya. Ia mengingatkan agar seseorang tidak mudah merasa paling benar ketika menegur orang lain. “Jangan sampai kita rajin menasihati orang, tetapi lupa memperbaiki diri sendiri. Nasihat terbaik adalah yang disertai keteladanan,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa dalam Islam setiap muslim memiliki kewajiban saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al Ashr.

Menutup pesannya, Ustadz Amsiyono menyampaikan bahwa nasihat yang disampaikan dengan hati yang ikhlas dapat menjadi jalan hadirnya kebaikan dan keberkahan dalam kehidupan. “Jangan bosan menerima nasihat dan jangan lelah memberikan nasihat yang baik. Karena manusia tempat salah dan lupa, sementara nasihat adalah pengingat agar kita tetap berada di jalan Allah,” ujar Ustadz Amsiyono. Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar tercipta hubungan yang harmonis, saling peduli, dan penuh akhlak mulia di tengah masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....