Makna Qurban Bukan Sekadar Menyembelih Hewan, tapi Bentuk Syukur dan Ketaatan
- 11 Mei 2026 06:18 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Program Mutiara Pagi PRO 1 RRI Malang menghadirkan tausyiah bersama Dewi Latifah yang membahas makna ibadah qurban menjelang Hari Raya Idul Adha. Dalam tausyiah tersebut, Ustadzah Dewi menjelaskan bahwa qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT kepada manusia.
Menurutnya, ibadah qurban dilakukan dengan menyembelih hewan seperti kambing, sapi, kerbau, atau unta mulai tanggal 10 Dzulhijjah hingga tiga hari tasyrik. Ia menegaskan bahwa qurban merupakan sunnah muakad atau sunnah yang sangat dianjurkan, terutama bagi umat Islam yang memiliki kemampuan rezeki lebih.
“Qurban itu perintah Allah yang sangat dianjurkan. Paling tidak seumur hidup sekali, kalau memang diberi kemampuan rezeki,” ujar Ustadzah Dewi dalam siaran Mutiara Pagi PRO 1 RRI Malang, Senin (11/5/2026).
Dalam tausyiahnya, ia juga mengutip firman Allah dalam Surat Al-Kautsar ayat 1-2: “Innaa a’thainaakal kautsar, fashalli lirabbika wanhar” yang berarti “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” Ayat tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa qurban adalah bentuk ibadah yang dilakukan semata-mata untuk mencari ridha Allah, bukan untuk dipuji manusia.
Ustadzah Dewi mengajak masyarakat untuk menyadari betapa besar nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Mulai dari kesehatan, kemampuan berbicara, melihat, hingga napas kehidupan yang setiap hari dinikmati manusia tanpa mampu menghitung jumlahnya.
“Allah sudah memberi kita lisan untuk berbicara, mata untuk melihat, tubuh untuk bergerak, dan napas yang tenang. Semua itu nikmat luar biasa yang tidak akan mampu kita hitung,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan bahwa seseorang tetap boleh berqurban meski belum pernah diaqiqahi saat kecil. Sebab, aqiqah merupakan tanggung jawab orang tua kepada anak, sedangkan qurban adalah ibadah pribadi masing-masing muslim yang memiliki kemampuan.
“Kalau belum aqiqah tetap boleh qurban. Aqiqah itu kewajiban orang tua, sedangkan qurban kewajiban pribadi ketika punya rezeki,” jelasnya.
Di akhir tausyiah, Ustadzah Dewi mengajak masyarakat mulai menabung sedikit demi sedikit agar bisa ikut berqurban. Menurutnya, yang terpenting adalah adanya niat dan usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah qurban.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....