Dari Disney Princess ke CEO, Ara Grace Tembus Campaign Asia Under 30

  • 09 Mei 2026 07:57 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Perempuan muda Indonesia kembali menorehkan prestasi di industri kreatif tingkat Asia Pasifik. Ara Grace terpilih sebagai perempuan Indonesia pertama yang masuk dalam daftar Campaign Asia Under 30, penghargaan yang diberikan kepada talenta muda di bawah usia 30 tahun yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam perkembangan industri marketing, media, dan komunikasi di kawasan Asia Pasifik.

Campaign Asia Under 30 sendiri dikenal sebagai salah satu daftar bergengsi di industri kreatif Asia yang menyoroti generasi muda profesional dengan kontribusi nyata terhadap inovasi, strategi komunikasi, hingga transformasi digital di perusahaan tempat mereka berkarya. Penghargaan ini sering menjadi indikator munculnya calon pemimpin baru di industri periklanan dan media tingkat Asia.

Capaian Ara Grace tidak hanya menjadi prestasi personal, tetapi juga mencerminkan meningkatnya representasi talenta Indonesia di industri kreatif regional. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak profesional muda Indonesia yang mulai menempati posisi strategis di perusahaan kreatif, baik sebagai founder, CEO, maupun creative lead di level Asia.

Fenomena ini juga menunjukkan adanya perubahan struktur kepemimpinan di industri kreatif Indonesia, di mana generasi muda mulai mengambil peran lebih besar dalam pengambilan keputusan strategis, terutama di sektor digital, branding, dan komunikasi kreatif.

Selain itu, pencapaian tersebut dinilai dapat memberikan efek positif terhadap ekosistem industri periklanan dan kreatif nasional. Kehadiran talenta Indonesia di level Asia Pasifik berpotensi membuka lebih banyak kolaborasi lintas negara, sekaligus meningkatkan standar kompetisi industri kreatif di dalam negeri agar semakin adaptif terhadap tren global.

Dilansir dari Kompas.com, pencapaian tersebut tidak lepas dari peran Ara Grace dalam membawa perubahan di JJ Group sejak dipercaya menjadi CEO pada tahun 2025.

Creative Director JJ Group, Imam Fasih, menjelaskan perusahaan melakukan penyesuaian pola kerja agar lebih dinamis dan kolaboratif mengikuti perkembangan industri kreatif saat ini.

“Sejak menjabat CEO pada 2025, dilakukan perombakan struktur departemen menjadi cross-functional pods,” tutur Imam dalam rilisnya, Jumat, 8 Mei 2026.

Sistem kerja tersebut membuat koordinasi antar divisi menjadi lebih fleksibel dan mempercepat proses pengembangan strategi kreatif perusahaan. Perubahan itu juga disebut memberi dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis JJ Group.

Pada tahun pertama kepemimpinan Ara Grace, perusahaan disebut berhasil mencatat kenaikan pendapatan hampir 30 persen. Angka tersebut dinilai cukup tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan industri periklanan nasional yang masih berada di kisaran satu digit.

Selain fokus pada pengembangan bisnis, Ara Grace juga terlibat langsung dalam penyusunan strategi digital hingga konsep visual untuk sejumlah brand besar yang bekerja sama dengan perusahaan.

Imam Fasih turut menilai gaya kepemimpinan Ara membawa perubahan terhadap hubungan antara agensi dan klien.

“Cara Ara bekerja mengubah posisi agensi di mata klien menjadi mitra strategis.”

Sebelum dikenal di dunia bisnis kreatif, Ara Grace lebih dulu berkarier di industri hiburan dengan nama panggung Chilla Kiana. Ia pernah menjadi wakil franchise Disney Princess dari Indonesia dan terlibat dalam sejumlah proyek seperti Frozen, Beauty and the Beast, hingga The Little Mermaid sebelum akhirnya beralih ke dunia kreatif dan manajemen perusahaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....