Mei 2026 Hadirkan Fenomena Langit Menarik di Indonesia
- 07 Mei 2026 08:05 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Bulan Mei 2026 menjadi waktu yang dinanti oleh para pecinta astronomi. Sejumlah fenomena langit akan menghiasi malam, mulai dari purnama, hujan meteor, hingga fenomena langka Blue Moon. Menariknya, sebagian besar peristiwa ini dapat disaksikan langsung dari Indonesia tanpa perlu alat khusus.
Mengutip Time and Date, Kamis (7/5/2026), rangkaian fenomena pertama akan diawali dengan purnama yang dikenal sebagai Flower Moon pada Fenomena pertama dibuka dengan Flower Moon yang mencapai puncak purnama pada 2 Mei 2026 pukul 00.23 WIB. Bulan akan tampak penuh dan terang, memberikan pemandangan indah sejak matahari terbenam.
Setelah itu, langit malam akan semakin meriah dengan hujan meteor Eta Aquarid yang mencapai puncaknya pada malam 6 hingga 7 Mei 2026. Meteor ini berasal dari sisa debu Komet Halley dan akan tampak muncul dari arah rasi Aquarius. Waktu terbaik mengamatinya sekitar pukul 02.00 hingga 05.00 WIB. Fenomena ini bisa disaksikan di Indonesia, bahkan wilayah dekat khatulistiwa seperti Indonesia termasuk lokasi cukup baik untuk mengamatinya. Untuk hasil terbaik, cari tempat gelap, jauh dari lampu kota, lalu arahkan pandangan ke timur.
Selain itu, pada dini hari 12 dan 13 Mei 2026, masyarakat bisa menyaksikan Earthshine atau Cahaya Da Vinci. Fenomena ini terjadi ketika bagian gelap bulan sabit tampak samar bercahaya karena memantulkan cahaya Matahari yang dipantulkan kembali oleh Bumi.
Fenomena ini paling indah dilihat menjelang matahari terbit di arah timur. Fenomena ini juga bisa terlihat di Indonesia.
Pada 17 Mei 2026 pukul 03.01 WIB akan terjadi Super New Moon atau Bulan Baru Super.
Meski bulan tidak terlihat karena berada searah dengan Matahari, fenomena ini terjadi saat bulan berada di titik terdekat dengan Bumi. Alhasil, fenomena ini tidak bisa dilihat langsung di Indonesia maupun di tempat lain. karena posisi bulan berada searah dengan Matahari sehingga tidak tampak dari Bumi.
Kemudian pada malam 19 dan 20 Mei 2026, Fenomena Earthshine akan muncul sesaat setelah matahari terbenam. Peristiwa ini bisa disaksikan dilangit Indonesia. Bulan sabit tipis akan terlihat di barat dengan sisi gelap yang tampak redup bercahaya. Pemandangan ini cukup menarik untuk fotografi langit senja.
Pastikan mencari lokasi dengan pandangan barat yang terbuka tanpa terhalang gedung atau pepohonan.
Fenomena terakhir sekaligus paling spesial adalah Micro Blue Moon pada 31 Mei 2026 pukul 15.45 WIB, dan dapat diamati pada malam harinya di Indonesia.Disebut Blue Moon karena merupakan purnama kedua dalam satu bulan kalender. Sementara disebut Micromoon karena bulan berada di titik terjauh dari Bumi, sehingga terlihat sedikit lebih kecil dari biasanya. Meski ukurannya tampak lebih mungil, fenomena ini tetap menarik diamati dengan mata telanjang maupun teleskop
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....