Minim Interaksi akibat Gawai, Ini Solusi untuk Orangtua
- 07 Mei 2026 06:46 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Penggunaan gawai yang semakin intensif di lingkungan keluarga dinilai berkontribusi terhadap menurunnya kualitas interaksi antara orangtua dan anak. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada komunikasi sehari-hari, tetapi juga berpotensi memengaruhi kedekatan emosional dalam jangka panjang.
Fenomena ini tidak hanya terjadi pada anak, tetapi juga orangtua. Ketika orangtua meminta anak membatasi penggunaan gadget, namun tidak memberikan contoh yang sama, hal tersebut dapat menimbulkan inkonsistensi yang mudah ditangkap oleh anak.
Untuk mengatasi hal ini, para orangtua disarankan mulai menerapkan kebiasaan sederhana, seperti menciptakan waktu bebas layar di rumah. Momen seperti makan bersama atau menjelang tidur dapat dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi tanpa distraksi.
Selain itu, penting bagi orangtua untuk mengedepankan kualitas interaksi dibandingkan durasi. Percakapan yang singkat namun penuh perhatian dinilai lebih efektif dalam membangun kedekatan dibandingkan komunikasi panjang yang disertai distraksi.
Pendekatan komunikasi juga perlu disesuaikan dengan usia anak. Pada anak usia dini, orangtua perlu lebih peka terhadap ekspresi dan bahasa nonverbal. Sementara pada anak usia sekolah, keterlibatan dalam cerita keseharian menjadi kunci untuk membangun kedekatan.
Adapun pada remaja, orangtua disarankan untuk tetap hadir sebagai pendengar yang terbuka, sekaligus menghormati kebutuhan anak akan ruang pribadi. Sikap ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan anak terhadap orangtua.
Selain membatasi penggunaan gawai, orangtua juga perlu mengenalkan etika digital. Anak perlu memahami bahwa komunikasi langsung memiliki nilai penting dalam membangun empati dan hubungan sosial yang sehat.
Dalam jangka panjang, upaya membangun komunikasi tanpa distraksi ini dinilai mampu meningkatkan kecerdasan emosional anak, memperkuat hubungan keluarga, serta membantu anak dalam mengelola konflik secara lebih baik.
Dengan langkah sederhana namun konsisten, orangtua dapat menciptakan lingkungan komunikasi yang lebih hangat dan bermakna di tengah tantangan era digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....