Harjakapro ke-280 Resmi Ditutup, Pameran 10 Hari Dongkrak Ekonomi
- 27 Apr 2026 20:57 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo – Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280 tahun 2026 di Alun-alun Kraksaan resmi berakhir pada Minggu (26/4/2026) malam. Penutupan ini menjadi puncak dari gelaran pameran masyarakat yang telah berlangsung selama 10 hari, sejak 17 hingga 26 April 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Eha Production tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam mendorong perputaran ekonomi daerah melalui keterlibatan pelaku UMKM serta berbagai komunitas.
Acara penutupan dihadiri langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris, Komandan Yonif TP 836/Brahma Yodha Letkol Inf. Faishal Riza, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, OPD terkait, TNI/Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga masyarakat umum.
Selama pelaksanaan pameran, Alun-alun Kraksaan dipadati pengunjung yang antusias menikmati beragam produk UMKM, mulai dari kuliner, kriya hingga wahana permainan anak. Berbagai kegiatan pendukung juga turut memeriahkan suasana seperti live musik, fashion show, edukasi kesehatan, komunitas gowes, pecinta kopi, musik patrol hingga tarian kreasi.
Tingginya jumlah pengunjung memberikan dampak langsung terhadap peningkatan transaksi para pelaku usaha, sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara nyata.
Puncak acara ditandai dengan pementasan teatrikal bertajuk “Banjaran Banger” yang mengisahkan asal-usul Kabupaten Probolinggo. Menariknya, pementasan tersebut diperankan langsung oleh para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Salah satu penampil, Yolanda Putri Nirmala mengaku bangga dapat terlibat dalam pementasan tersebut. “Kami sangat bangga memiliki wadah untuk mengekspresikan karya dalam Harjakapro ke-280 ini. Harapannya Kabupaten Probolinggo semakin SAE, yaitu Sejahtera, Amanah-Religius dan Eksis Berdaya Saing,” ujarnya.
Sementara itu, pelaku UMKM Fifin Purwanti menyampaikan kegiatan ini memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan usahanya.
“Kami sangat terbantu. Produk UMKM kecil seperti kami bisa lebih dikenal masyarakat luas. Apalagi dengan adanya program Bela Beli ASN, penjualan kami meningkat cukup pesat,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Yusuf Zamzami yang menilai kegiatan ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya.
“Kami senang bisa ikut mengenalkan budaya seperti batu akik dan keris kepada masyarakat. Terima kasih kepada Bupati yang telah mendorong partisipasi ASN. Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus digelar dengan lebih meriah,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya Harjakapro ke-280, diharapkan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku UMKM dan masyarakat dapat terus terjaga dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus melestarikan budaya lokal di Kabupaten Probolinggo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....