Semangat Kartini dalam Islam, Tegaskan Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki
- 24 Apr 2026 19:06 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan peran strategis perempuan dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan keagamaan. Dalam konteks kekinian, semangat emansipasi tidak hanya dimaknai sebagai perjuangan kesetaraan, tetapi juga sebagai upaya membangun sinergi antara perempuan dan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran Islam yang sejak awal telah menempatkan perempuan pada posisi yang mulia dan setara.
Ustadz Dr. H. Amsiono Q.A., SH., S.Ag., M.Sy menegaskan bahwa konsep kesetaraan dalam Islam telah dijelaskan melalui hadits Nabi Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, “Innaman-nisaa-u syaqaa-iqur-rijaal”, yang berarti perempuan adalah saudara kandung atau setara dengan laki-laki. “Hadits ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki kedudukan yang sejajar dalam hal potensi, martabat, dan hak-hak dasar sebagai manusia,” jelasnya saat dialog tausiyah Mutiara Pagi dalam merefleksikan peringatan Hari Kartini, Kamis (23/4/2026)
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kesetaraan tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal intelektual dan spiritual. Perempuan memiliki hak yang sama untuk menuntut ilmu, beribadah, serta mendapatkan perlakuan yang adil di tengah masyarakat. “Islam tidak pernah membatasi perempuan untuk berkembang. Justru perempuan didorong untuk berkontribusi aktif, baik dalam keluarga maupun di ruang publik,” ujarnya.
Selain itu, konsep hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam Islam bukanlah kompetisi, melainkan kemitraan yang saling melengkapi. Kata syaqaa-iq dalam hadits tersebut menggambarkan relasi yang harmonis sebagai dua bagian yang saling menguatkan. “Perempuan dan laki-laki adalah mitra. Keduanya memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi, bukan saling menyaingi,” imbuhnya.
Melalui peringatan Hari Kartini, Ustadz Amsiono mengajak masyarakat untuk memahami emansipasi secara proporsional, yaitu dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya. Ia berharap perempuan Indonesia terus berkembang menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan berakhlak mulia. “Semangat Kartini harus dimaknai sebagai dorongan untuk meningkatkan kualitas diri, tanpa meninggalkan kodrat dan nilai-nilai yang telah diajarkan dalam agama,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....