Komunitas Iliterless Malang Kurangi Sampah Plastik Kedai Kopi
- 22 Apr 2026 15:54 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Komunitas Iliterless Indonesia di Kota Malang hadir sebagai gerakan nyata untuk mengurangi sampah plastik, khususnya yang berasal dari aktivitas kedai kopi. Inisiatif ini menitikberatkan pada pengelolaan sampah non-organik melalui edukasi, pemilahan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha dan masyarakat.
“Selama ini mindset masyarakat menganggap sampah itu akhir dari perjalanan,” kata salah satu Co-Founder Yayasan Lestari Indonesia, Hendi Suryo Leksono, dalam program Green Radio di RRI Malang, Sabtu (18/4/2026). “Padahal kita pasti menghasilkan sampah dan harus mengelolanya sejak awal dengan memilah sesuai jenisnya,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menjadi dasar lahirnya gerakan Iliterless yang berfokus pada pengelolaan sampah non-organik di Kota Malang. Gerakan ini mulai digagas saat pandemi Covid-19, ketika aktivitas santai anak muda meningkat, terutama di kedai kopi, yang berdampak pada lonjakan sampah plastik.
Hendi menjelaskan, kedai kopi menjadi salah satu penyumbang sampah plastik terbesar, mulai dari kemasan minuman hingga bungkus kopi multilayer. Bahkan, jenis sampah seperti UBC (used beverage carton) memiliki hingga tujuh lapisan yang sulit terurai di tempat pembuangan akhir (TPA), sehingga membutuhkan penanganan khusus melalui pemilahan dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Di Kota Malang sendiri, sekitar 730 ton sampah masuk ke TPA setiap hari. Dari jumlah tersebut, sebagian besar belum dikelola secara optimal. Iliterless hadir dengan pendekatan edukasi, termasuk memperkenalkan konsep pemilahan sampah berdasarkan nilai ekonominya, seperti high value (minyak jelantah, kardus) dan low value (bungkus kopi serta plastik multilayer).
“Kalau dicampur semua itu jadi persoalan besar, tapi kalau dipilah, ada yang bisa didaur ulang bahkan dikembalikan ke pabriknya tentu lebih memudahkan,” jelasnya.
| Baca juga: Paguyuban Voli U.50 Jatim Resmi Dibentuk |
Salah satu inovasi yang dilakukan adalah kolaborasi melalui program MOBI (Mobile Bin), yakni tempat sampah unik yang memberikan insentif kepada masyarakat. Warga yang membuang sampah terpilah dapat memperoleh berbagai keuntungan seperti kopi gratis, voucher potong rambut, hingga produk kreatif berbahan daur ulang. Program ini telah hadir di berbagai titik strategis seperti kampus dan kedai kopi.
Selain itu, Iliterless juga membuka layanan setor sampah di basecamp yang beralamat di Jalan Pulau Sayang Nomor 9, Malang. Masyarakat dapat menyetorkan berbagai jenis sampah seperti cup plastik atau botol minum, botol kaca, kaleng, kardus, serta kemasan skincare. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui Instagram @iliterless.indonesia.
Untuk memudahkan masyarakat, Iliterless menyediakan layanan jemput sampah bertajuk PML (Pick Up My Litter). Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh individu maupun pelaku industri food and beverage (FnB), dengan tarif sebesar Rp15 ribu untuk setiap penjemputan individu.
Hingga kini, Iliterless Indonesia telah bekerja sama dengan sekitar 30 kedai kopi di Malang dan aktif melakukan pengumpulan sampah di lebih dari 30 titik. Gerakan ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat.
“Yang paling penting masyarakat mau mulai memilah, karena dari situ sampah punya kehidupan baru dan bisa kembali bermanfaat bagi lingkungan,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....