Mafindo Malang Soroti Perempuan Rentan Hoaks Digital
- 17 Apr 2026 18:01 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Perempuan dinilai menjadi kelompok yang rentan terhadap paparan hoaks sekaligus kekerasan berbasis gender di ruang digital, seiring tingginya penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Korwil Mafindo Malang, Anak Agung Ayu Mira, menyebut tren hoaks masih didominasi isu politik yang mencapai sekitar 40 persen.
“Kemudian masalah hoaks yang entertain dan hiburan di angka 20 persen,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Ia menambahkan, penyebaran hoaks juga kerap dikaitkan dengan isu global seperti perang dan krisis ekonomi yang memicu keresahan masyarakat.
“Apalagi perempuan saat ini dengan harga-harga yang mahal, itu yang membuat orang semakin resah,” katanya.
Menurutnya, perempuan terutama ibu rumah tangga menjadi kelompok yang cukup terdampak karena aktif menggunakan media sosial.
“Hampir 80 persen pengguna gadget yang luar biasa di Indonesia adalah ibu rumah tangga,” ungkap Mira.
Selain hoaks, perempuan juga rentan menjadi korban kekerasan berbasis gender online.
“Kasusnya dari 2020 sampai 2025 ini naik, bahkan data terakhir 2025 semakin meningkat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bentuk kekerasan tersebut tidak hanya berupa pelecehan seksual, tetapi juga bullying hingga penipuan digital.
“Kalau perempuan tidak bisa membatasi oversharing, maka bisa menjadi korban utamanya,” katanya.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kesadaran dalam menggunakan media sosial secara bijak.
“Masyarakat harus mampu memilah informasi yang benar dan bijaksana saat membagi informasi di media sosial,” tegasnya.
Relawan Mafindo Malang tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan di ruang digital.
“Perlu adanya kesadaran untuk menjaga data pribadi karena rekam jejak digital bisa digunakan seenaknya di dunia maya,” pungkasnya. (Meuthia Adzkiya)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....