Puluhan Siswa TK Muslimat NU 15 Asah Motorik lewat Tradisi

  • 16 Apr 2026 09:27 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Gelak tawa dan antusiasme anak-anak memecah ketenangan kawasan wisata edukasi Kedok Ombo pada Rabu, 15 April 2026. Sebanyak 45 siswa dari TK Muslimat NU 15 hadir untuk mengikuti petualangan seru bertajuk "Bermain dan Belajar di Sawah".

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini dirancang khusus untuk mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak dini. Di bawah bimbingan tim pendamping dari Agung Edukasi yang terdiri dari Fanny Rizka, Lina, Sis, Diva, dan Huda, para siswa diajak untuk menyatu dengan alam.

Puncak kegiatan yang paling dinanti adalah sesi membajak sawah. Uniknya, para siswa diajak mengenal metode tradisional menggunakan tenaga sapi. Meski awalnya ada beberapa siswa yang tampak ragu dan takut kotor, semangat mereka tak luntur saat melihat teman-temannya mulai terjun ke lumpur.

Kepala Sekolah TK Muslimat NU 15, Nanik Iswati, S.Pd., mengungkapkan rasa bangganya melihat keberanian para siswa. "Pengalaman langsung seperti ini memberikan dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar teori di dalam kelas," ujarnya melalui sambungan seluler kepada rri.co.id, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini bukan hanya tentang bersenang-senang. Bermain di area persawahan memiliki manfaat mendalam bagi tumbuh kembang anak, di antaranya:

• Melatih Motorik Kasar: Berjalan di atas lumpur yang tidak stabil memaksa anak untuk menjaga keseimbangan dan kekuatan fisik mereka.

• Edukasi Pangan: Siswa diajarkan cara bertanam yang benar agar mereka lebih menghargai proses hadirnya nasi di meja makan mereka.

• Kesehatan Mental: Interaksi langsung dengan hewan (sapi) dan tanah membantu anak-anak mengeksplorasi sensorik mereka secara alami.

Kegiatan di Kedok Ombo hari ini diakhiri dengan keceriaan anak-anak yang telah berhasil menaklukkan sawah. Melalui agenda "Bermain dan Belajar" ini, diharapkan para generasi muda tidak hanya mengenal gadget, tetapi juga mencintai kearifan lokal dan profesi petani sebagai pahlawan pangan bangsa. (Dwi)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....