Manungsa ing Pandunga, Lakuna Angkat Filosofi Jawa

  • 13 Apr 2026 21:40 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Grup musik Lakuna menghadirkan sentuhan budaya lokal dalam maxi Mudra melalui lagu pembuka berjudul Manungsa ing Pandunga. Lagu ini menjadi intro yang mengantarkan pendengar pada konsep besar yang diusung dalam rilisan tersebut.

Lagu Manungsa ing Pandunga terinspirasi dari tembang macapat Jawa, khususnya pola puisi tradisional Asmarandhana. Melalui penggunaan bahasa Jawa sebagai identitas sosial mereka, Lakuna mencoba menghadirkan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam balutan musik alternatif modern.

Secara lirik, lagu ini menggambarkan bagaimana manusia seharusnya menjalani kehidupan dengan kesadaran dan keteraturan, sebagaimana pakem yang terdapat dalam tembang macapat. Pesan yang disampaikan menekankan bahwa manusia tidak boleh terlenakan oleh kehidupan dunia, melainkan perlu menyadari bahwa setiap napas yang dimiliki merupakan bagian dari anugerah semesta.

Melalui refleksi tersebut, manusia diajak untuk tetap terjaga, bersabar, serta menerima perjalanan hidup dengan hati yang lapang. Lagu ini juga menjadi doa sekaligus pengantar menuju lagu utama Mudra yang berbicara tentang dimensi kehidupan yang lebih luas.

Dengan menggabungkan unsur budaya Jawa, refleksi spiritual, serta eksplorasi musik pop alternatif, Lakuna mencoba menghadirkan karya yang tidak hanya bersifat musikal, tetapi juga memiliki kedalaman makna bagi para pendengarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....