Ustadz Nur Cholis: Kelembutan Hati Mampu Luluhkan Kekerasan
- 10 Apr 2026 09:00 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kelembutan hati merupakan kekuatan spiritual dan moral yang mampu meluluhkan kekerasan serta menyatukan hati yang terpisah. Hal tersebut disampaikan Ustadz Nur Cholis, SE dalam program Cahyaning Ati di Pro 4 RRI Malang, Jumat (10/4/2026) pagi.
Menurutnya, dalam ajaran Islam kelembutan hati dikenal dengan istilah qalbun salim, yaitu hati yang bersih, tenang, dan tidak mudah terpancing emosi.
“Kelembutan hati adalah kekuatan spiritual dan moral yang mampu meluluhkan kekerasan, menyembuhkan luka, serta menyatukan hati yang terpisah. Dalam konteks Islam, ini disebut qalbun salim, yang tenang dan tidak mudah terpancing emosi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ada beberapa sikap yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kelembutan hati dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, mengendalikan emosi sebelum bertindak. Dalam Al-Qur’an, Allah menyebutkan keutamaan orang yang mampu menahan amarah sebagaimana tertuang dalam Surah Ali Imran ayat 134.
Kedua, mendahulukan hikmah daripada reaksi. Ia mencontohkan kisah Rasulullah yang membiarkan seorang Badui menyelesaikan buang air kecil di masjid agar najis tidak menyebar. Sikap tersebut menunjukkan cara Rasulullah mengelola masalah dengan bijak.
| Baca juga: Keimanan Diuji oleh Hal yang Tampak Sepele |
Ketiga, menggunakan bahasa yang lembut saat berbicara. Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan Nabi Musa untuk berbicara dengan lembut kepada Fir’aun sebagaimana disebutkan dalam Surah Thaha ayat 44.
“Jika kepada orang sekeras Fir’aun saja diperintahkan berbicara dengan lembut, apalagi kepada sesama muslim,” jelasnya.
Keempat, tidak mempermalukan orang lain di depan umum. Ia menegaskan bahwa Rasulullah tidak pernah mempermalukan siapa pun di hadapan para sahabat.
| Baca juga: Mendak Tirta Awali Rangkaian Yadnya Kasada |
Kelima, memahami bahwa tujuan dakwah adalah memperbaiki, bukan melampiaskan emosi. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah dikenal selalu memilih cara yang paling mudah selama tidak melanggar syariat.
Selain itu, ia menambahkan bahwa kelembutan juga mampu membuka hati yang tertutup. Seseorang yang bersikap keras dapat luluh apabila diperlakukan dengan kesabaran dan kelembutan.
Poin berikutnya, Islam merupakan agama yang memudahkan dan tidak mempersulit, terutama bagi orang yang baru belajar memahami ajaran agama.
Di akhir penyampaiannya, ia mengingatkan bahwa kelembutan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti kekuatan hati.
“Kelembutan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti ketegasan hati yang memilih kedamaian daripada konflik,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....