Kenali Tanda Hubungan Toxic dan Cara Mengatasinya
- 09 Apr 2026 17:05 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Setiap orang pastinya ingin mempunyai hubungan baik bersama pasangannya. Tetapi sayangnya, tidak semua hubungan berjalan sesuai yang diinginkan. Terkadang seseorang mempunyai hubungan yang tidak sehat. Hubungan yang tidak sehat sendiri sering kali dicirikan oleh pendekatan komunikasi yang buruk, perasaan ketidakamanan, dan ketidakseimbangan emosi yang berulang.
Dikutip dari Healthline, Kamis (9/4/2026), gejala hubungan tidak sehat ini bisa muncul dengan cara yang halus atau sangat mencolok, mulai dari rasa cemburu yang berlebihan, perilaku mengontrol, minimnya dukungan, hingga tindakan yang membuat salah satu pihak merasa harus "berjalan di atas pecahan kaca" untuk menghindari konflik. Para ahli seperti psikolog klinis dan konselor hubungan menyatakan bahwa kondisi ini sering kali berkembang secara bertahap melalui akumulasi rasa sakit, kebiasaan menekan emosi, hingga kebohongan kecil yang akhirnya membentuk pola besar. Jika keadaan ini dibiarkan, stres berkepanjangan dapat muncul dan memengaruhi kesehatan mental, mulai dari kecemasan, kelelahan emosional, hilangnya rasa percaya diri, hingga menarik diri dari keluarga, teman, dan aktivitas yang sebelumnya disukai. Bahkan sebelum mencapai kategori abusif, hubungan tidak sehat ini dapat merusak identitas seseorang dan mengganggu keseharian mereka.
Hubungan seperti ini tidak selalu harus diakhiri, asal kedua pihak menyadari adanya masalah dan bersedia untuk memperbaikinya. Perubahan positif dapat terwujud jika kedua belah pihak mau bertanggung jawab, berkomunikasi secara terbuka tanpa saling menyalahkan, dan menunjukkan upaya yang jelas untuk mengubah pola perilaku yang merugikan. Namun, apabila perilaku buruk ini berkembang menjadi tindakan kekerasan, seperti penguasaan finansial, ancaman, gaslighting, intimidasi, atau serangan fisik langkah yang paling tepat adalah membuat rencana keamanan dan mencari bantuan profesional, seperti konselor, terapis, atau organisasi yang fokus pada perlindungan dari kekerasan dalam hubungan. Para ahli hubungan menekankan bahwa tidak ada pembenaran untuk kekerasan, dan perubahan tidak bisa dipaksakan kepada pasangan. Mereka yang terjebak dalam hubungan yang buruk atau penuh kekerasan disarankan untuk mencari bantuan dari profesional dan komunitas dukungan agar dapat mengambil keputusan yang aman serta membangun kembali rasa aman, harga diri, dan kesehatan emosional mereka. Dito Fontana
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....