Kenali Bahaya Sifat Sombong dalam Perspektif Islam

  • 07 Apr 2026 06:20 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Sifat sombong merupakan penyakit hati yang sering kali tidak disadari, namun memiliki dampak besar dalam kehidupan, baik secara pribadi maupun sosial. Di tengah kehidupan modern saat ini, sikap merasa paling benar, paling hebat, atau merendahkan orang lain kian mudah muncul, sehingga penting bagi kita untuk memahami bahaya sifat sombong dan belajar menumbuhkan sikap rendah hati dalam keseharian.

Dalam Mutiara Pagi edisi Selasa (7/4/2026), Ustadz Rosyad menegaskan bahwa kesombongan bukanlah perkara penampilan, melainkan penyakit hati yang berbahaya. “Sombong itu bukan karena pakaian bagus atau penampilan mewah, tapi perasaan dalam hati yang merasa lebih baik dan lebih tinggi dari orang lain,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan bahwa inti dari kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. Orang yang memiliki sifat ini cenderung sulit menerima nasihat karena merasa dirinya paling benar. “Ketika seseorang merasa lebih tahu dan lebih hebat, di situlah dia mulai sulit diingatkan. Itu tanda kesombongan sudah masuk dalam dirinya,” kata Ustadz Rosyad.

Dalam penjelasannya, ia juga mengutip hadits dari Sahih Muslim yang menyebutkan bahwa seseorang tidak akan masuk surga jika dalam hatinya terdapat kesombongan walau hanya sebesar biji sawi. Namun demikian, ia meluruskan bahwa Islam tidak melarang seseorang berpenampilan baik. “Allah itu indah dan menyukai keindahan. Tapi kalau sudah ada rasa meremehkan orang lain, itu yang menjadi sombong,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ustadz Rosyad menguraikan bahwa kesombongan dapat muncul dalam tiga bentuk, yaitu sombong kepada Allah, kepada Rasul, dan kepada sesama manusia. Sombong kepada Allah, menurutnya, terlihat dari sikap mengabaikan perintah dan enggan mempelajari agama. “Kadang kita tidak sadar, ketika kita tidak mau belajar agama atau tidak peduli dengan perintah Allah, itu bisa jadi bentuk kesombongan,” tegasnya.

Ia juga menyinggung sejarah kesombongan yang pertama kali dilakukan oleh Iblis ketika menolak perintah Allah untuk sujud kepada Nabi Adam. Selain itu, ia mengingatkan kisah tokoh-tokoh yang dihancurkan karena kesombongan, seperti Qarun yang sombong karena harta dan Fir’aun yang angkuh dengan kekuasaannya. “Mereka merasa semua yang dimiliki adalah hasil usaha sendiri, tanpa menyadari peran Allah,” ungkapnya.

Menutup ceramahnya, Ustadz Rosyad mengingatkan jamaah untuk senantiasa menjaga hati dari sifat sombong. Ia menekankan bahwa sekecil apa pun kesombongan dapat menjadi penghalang seseorang menuju surga. “Kalau kita mulai merasa meremehkan orang lain, segera sadar. Itu bukan sifat orang beriman, itu sifat iblis yang harus kita jauhi,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....