Penurunan Tangkapan Udang akibat Kerusakan Ekosistem Laut Pasuruan
- 06 Apr 2026 14:38 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Kondisi ekosistem laut di wilayah Kabupaten Pasuruan saat ini berada dalam tahap yang memprihatinkan, yang berdampak langsung pada merosotnya hasil tangkapan komoditas unggulan seperti udang.
Muslimin, Wakil Ketua 1 HNSI Kabupaten Pasuruan, menyatakan bahwa perubahan ini sangat terasa jika dibandingkan dengan kondisi dua dekade lalu di mana hasil laut masih sangat melimpah. Penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan disinyalir menjadi penyebab utama rusaknya tempat berkembang biak biota laut di sepanjang pesisir.
Persoalan utama yang menjadi sorotan HNSI adalah masih maraknya penggunaan mini trawl atau pukat harimau oleh sebagian nelayan yang ingin mendapatkan keuntungan cepat tanpa memikirkan keberlanjutan. Alat ini menarik segala jenis ikan, termasuk bibit udang dan ikan kecil yang seharusnya belum saatnya dipanen, sehingga merusak siklus alami di dasar laut. "Tahun 2000-an hasil laut meluap, sekarang tidak bisa lagi, bahkan untuk mencari tangkapan udang saja saat ini sudah susah sekali karena ekosistemnya rusak," ungkap Muslimin
Kurangnya kesadaran sebagian kelompok nelayan mengenai dampak jangka panjang dari alat tangkap ilegal ini menjadi tantangan besar bagi organisasi nelayan dan pemerintah daerah. Meskipun sosialisasi sudah sering dilakukan, banyak nelayan yang tetap menggunakan alat tersebut dengan dalih operasional yang lebih mudah dan tangkapan yang lebih banyak dalam sekali tarik. "Kendalanya adalah alat yang dilarang tetap dipakai, alasan mereka tangkapan lebih banyak dan tidak ribet, tapi mereka tidak sadar ikan kecil-kecil kejaring semua," tambah Muslimin
Menanggapi krisis ini, HNSI mendesak adanya pengawasan yang lebih ketat dari dinas terkait serta bantuan nyata berupa penggantian alat tangkap bagi nelayan kecil. Tanpa adanya pemulihan ekosistem dan penghentian penggunaan pukat harimau, dikhawatirkan profesi nelayan di Kabupaten Pasuruan akan semakin ditinggalkan karena laut tidak lagi mampu memberikan hasil yang memadai. Menurut Muslimin, pemulihan laut harus menjadi prioritas bersama agar anak cucu nelayan nantinya masih bisa menikmati kekayaan sumber daya laut yang ada.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....